REKAYOREK.ID – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyerahkan tiga kategori penghargaan dalam ajang Expo Konstruksi Jawa Timur 2026 yang berlangsung di Grand City Surabaya pada 9–11 Juni 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “Inovasi Material, Teknologi Konstruksi dan Perumahan yang Tangguh dan Berkelanjutan untuk Mendukung Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara.”
Penghargaan pertama diberikan untuk kategori Program Penanganan Kawasan Kumuh Terpadu dan Terintegrasi Terbaik yang diraih oleh Kabupaten Pacitan dan Kabupaten Nganjuk. Sementara kategori Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui APBD diberikan kepada Kota Surabaya, Kabupaten Bojonegoro, dan Kabupaten Mojokerto.
Adapun penghargaan kategori Pengembang dengan Rumah Subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) Terbanyak diberikan kepada PT Irfa’i Berkah Sejahtera, PT Kinansyah Adi Jaya Land, serta PT Kokoh Exa Nusantara.
Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga mengukuhkan Forum Jasa Konstruksi Jawa Timur periode 2026–2029 sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi serta mendorong perkembangan sektor konstruksi di Jawa Timur.
Mewakili Gubernur Khofifah, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan bahwa penyelenggaraan Expo Konstruksi menjadi cerminan soliditas para pelaku industri konstruksi di Jawa Timur.
“Modal utama untuk memajukan Jawa Timur adalah kekompakan. Pelaku industri tidak hanya harus mampu berkolaborasi, tetapi juga bersaing secara sehat untuk menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya.
Wakil Ketua DPP Gapeksindo, I Putu Geriya Astawa, berharap Expo Konstruksi 2026 mampu melahirkan berbagai inovasi di bidang material dan teknologi konstruksi yang berkelanjutan. Menurutnya, dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sangat diperlukan, terutama di tengah kondisi industri konstruksi yang masih menghadapi berbagai tantangan.
Sementara itu, Ketua Panitia Expo Konstruksi Jawa Timur 2026 yang juga Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Timur, Gentur Prihantono, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana peningkatan kapasitas, penguatan jejaring kemitraan, serta membuka peluang investasi bagi pembangunan infrastruktur, perumahan, permukiman, dan jasa konstruksi yang berkualitas serta berkelanjutan.
Expo Konstruksi Jawa Timur 2026 menjadi ruang promosi, edukasi, dan kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, akademisi, organisasi profesi, hingga masyarakat jasa konstruksi. Kegiatan ini diikuti oleh 16 prinsipal bahan bangunan, 12 pengembang perumahan, serta 14 perusahaan pendukung, di antaranya Hutama Karya, Semen Gresik, dan Bank Jatim.
Melalui ajang tersebut, diharapkan lahir berbagai inovasi dan kerja sama strategis yang mampu memperkuat sektor konstruksi, perumahan, dan infrastruktur Jawa Timur sekaligus mendukung posisi provinsi ini sebagai salah satu gerbang ekonomi baru Indonesia.@peq