Kawal Program Makan Bergizi Gratis di Wiyung, Indah Kurniawati: Pengawasan Harga Mati!

Anggota Komisi IX DPR RI, Indah Kurniawati, menegaskan komitmennya untuk mengawal ketat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tepat sasaran dan bebas dari penyimpangan. Hal ini ditegaskan Indah saat menyapa warga dalam sosialisasi program MBG di Kebon Kota, Jajar Tunggal, Kecamatan Wiyung, Surabaya, Rabu (4/3).

​Indah yang kini duduk di Komisi IX membidangi kesehatan dan ketenagakerjaan menjelaskan, keberadaan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai mitra kerja barunya merupakan langkah strategis negara menuju Indonesia Emas.

​”Ini adalah investasi jangka panjang. Pemerintah ingin memastikan gizi masyarakat tercukupi, bukan hanya anak sekolah, tapi bahkan sejak masa kehamilan. Kita ingin mencetak generasi yang cerdas dan berdaya saing,” ujar politisi perempuan tersebut.

​Tegaskan Tidak Main Proyek Dapur
​Satu hal yang menarik perhatian dalam sosialisasi tersebut adalah pernyataan tegas Indah mengenai integritas pengawasan. Di depan konstituennya, ia menjamin tidak akan ada konflik kepentingan dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat.

​”Saya tegaskan bahwa saya tidak memiliki dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi). Saya memilih fokus sepenuhnya pada fungsi pengawasan. Ini penting agar tidak terjadi benturan kepentingan, sehingga pengawasan bisa berjalan objektif,” tegas Indah.

​Ajak Warga Surabaya Jadi Mata dan Telinga
​Indah juga meminta masyarakat Wiyung dan Surabaya pada umumnya untuk tidak pasif. Menurutnya, keberhasilan program nasional ini sangat bergantung pada partisipasi publik dalam melakukan kontrol di lapangan.

​”Partisipasi Bapak-Ibu adalah kunci. Jika ada kendala atau masukan, jangan ragu sampaikan ke perwakilan Badan Gizi Nasional atau Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi di wilayah masing-masing. Aspirasi Anda adalah bahan evaluasi kami di Senayan,” tambahnya.

​Melalui pengawasan yang ketat dan transparansi yang terjaga, Indah optimistis Program Makan Bergizi Gratis akan menjadi fondasi kuat bagi pembangunan sumber daya manusia unggul di Jawa Timur, khususnya di Kota Surabaya.()