Maryam Isnaini Damayanti, Dosen UNESA yang Gencar Lakukan Inovasi Pendidikan Dasar

REKAYOREK.ID Di tengah gempuran perkembangan teknologi dan tuntutan mutu pendidikan yang semakin tinggi, sosok akademisi yang konsisten berinovasi untuk kemajuan pendidikan dasar tak bisa diabaikan. Maryam Isnaini Damayanti, S.Pd., M.Pd. (57). Ia dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dan telah menunjukkan dedikasi luar biasa melalui pengajaran, penelitian, serta pengabdian masyarakat yang berdampak luas.

Dengan latar belakang pendidikan yang solid—sarjana dari IKIP Negeri Surabaya dan magister dari UNESA—Maryam telah mengabdi dalam dunia pendidikan selama lebih dari tiga dekade. Selama lima tahun terakhir saja, ia telah mengampu 21 mata kuliah penting, antara lain Apresiasi Sastra, Bahasa Indonesia, dan Evaluasi Pembelajaran. Pendekatan pengajarannya yang mengedepankan penerapan praktis membuat mahasiswa mampu menghadapi tantangan di lapangan.

“Ketika kita mengajar mahasiswa PGSD, kita tidak hanya membentuk mereka sebagai guru yang cakap secara akademik, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu membawa perbaikan di sekolah-sekolah mereka nantinya,” ungkap Maryam.

Tak hanya fokus pada kelas perkuliahan, Maryam aktif melakukan penelitian yang relevan dengan kebutuhan pendidikan dasar. Ia telah menerbitkan 54 artikel ilmiah dan menjalankan 14 program pengabdian masyarakat. Pada tahun 2022, ia sukses melaksanakan pelatihan “Remedial Membaca Awal dengan Strategi Permainan Kartu Silabel Kubaca” bagi guru sekolah dasar di Kabupaten Magetan, yang membantu meningkatkan kemampuan membaca anak-anak di daerah tersebut.

“Saat kami melakukan pelatihan di Magetan, kami melihat betapa antusiasnya guru-guru untuk menerapkan metode baru. Banyak dari mereka melaporkan bahwa anak-anak menjadi lebih semangat membaca setelah menggunakan kartu silabel Kubaca. Itulah momen yang membuat semua usaha terasa berharga,” jelasnya.

Pada tahun 2023, ia juga melakukan penelitian tentang “Meresapi Penguatan Profil Pelajar Pancasila Melalui Strategi Menulis Jurnal Rasa Syukur” yang menunjukkan perhatiannya terhadap pembangunan karakter siswa. Belakangan ini, ia bahkan mengembangkan inovasi seperti buku cerita anak berbasis kecerdasan buatan dan video drama karakter wayang berbasis kearifan lokal, menggabungkan kemajuan teknologi dengan nilai budaya Indonesia.

“Pendidikan dasar adalah pondasi penting bagi masa depan anak-anak kita. Kita perlu terus berinovasi agar pembelajaran menjadi lebih menarik dan berdampak nyata. Selain itu, kita juga harus menjaga agar nilai-nilai budaya dan karakter bangsa tetap terjaga dan diterapkan dalam setiap langkah pembelajaran,” ujar Maryam dalam salah satu kesempatan.

Melalui karya dan pengabdiannya, Maryam Isnaini Damayanti menjadi contoh nyata bagaimana seorang akademisi dapat berkontribusi nyata untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar di Indonesia.@