Mengenang 25 Tahun Wafatnya Prof. Kadirun Yahya: Ulama Tasawuf dan Pakar Fisika Penakluk Galunggung

REKAYOREK.ID ​Puncak peringatan Haul Seperempat Abad Maulana Sayyidi Syaikh Prof. Dr. H. Kadirun Yahya Muhammad Amin, MSc., dihadiri oleh ribuan murid tarekat dari seluruh penjuru Indonesia. Acara ini berlangsung khidmat di Surau Qutubul Amin (SQA), Arco, Duren Seribu, Depok, pada Sabtu (9/5/2026).

​Para jemaah Majelis Dzikrullah Tarekat Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah, yang dipimpin oleh Mursyid ahli silsilah ke-35 Prof. Kadirun Yahya tersebut, tampak memadati Pendopo Agung SQA sejak pagi hari.

​Istri tercinta almarhum, Ibunda Dra. Hj. Erlina Kadirun Yahya, yang juga menjabat sebagai Pembina Yayasan SQA, hadir mengikuti seluruh prosesi ritual haul. Rangkaian acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini berlangsung hingga menjelang waktu ashar, sekitar pukul 15.00 WIB.

​Pemimpin Dzahiriyah SQA, Ir. R. Novendi Achmad Hadiawan, menyampaikan bahwa peringatan haul sang mahaguru rohani ini merupakan momentum penting untuk mempertegas tanggung jawab jemaah dalam melanjutkan misi dan cita-cita mulia, yakni menanamkan kalimatullah di dalam hati sanubari.

​”Menanamkan dalam hati sanubari, secara pribadi, bangsa dan negara. Karena inilah yang dapat membentengi kita dari bala bencana kurun 15,” kata R Novendi, yang menyertai ibunda.

​Turut mendampingi dalam prosesi tersebut, Ketua Majelis Silaturahmi SQA H. Suroso Surya Atmadja, Ketua Yayasan SQA Ir. Sinaryudha, serta fungsionaris SQA Irjen Pol (Purn) Istiono.

​Rangkaian acara inti untuk mengenang tokoh ulama tasawuf dunia—yang kepakarannya diakui oleh Presiden RI ke-1, Ir. Soekarno—ini diawali dengan tahlil berjamaah. Setelah itu, seluruh peserta melakukan ziarah ke peranginan (makam) sang profesor yang juga dikenal sebagai pakar ilmu fisika dan atom tersebut.

​Semasa hidupnya, tepatnya pada tahun 1982, Prof. Kadirun Yahya dikenal secara fenomenal karena kemampuannya meredam letusan Gunung Galunggung di Jawa Barat melalui media air berenergi kalimatullah yang disebarkan menggunakan helikopter.

​Antusiasme jemaah terlihat sangat tinggi; para peserta dari luar wilayah Jabodetabek bahkan sudah mulai berdatangan menggunakan bus sejak sehari sebelum acara puncak dimulai.

​”Bukti cinta, bukti sayang kepada Beliau yang sudah 25 tahun meninggalkan (dzahir) kita,” kata Ketua Majelis Silaturahmi SQA H. Suroso Surya Atmadja saat acara silaturahmi dengan para petugas dari daerah-daerah.

​Sebagai bagian dari rangkaian haul, diselenggarakan pula Khataman Al-Qur’an Akbar selama delapan hari berturut-turut. Agenda yang dimulai pukul 09.00 hingga 23.00 setiap harinya ini diikuti oleh 57 qari yang berasal dari berbagai provinsi, mulai dari Sumatera Utara hingga NTB.

​Penutupan khataman dilaksanakan pada 8 Mei 2026, sehari sebelum puncak haul. Peserta khataman mencakup berbagai usia, dengan peserta tertua yakni Khoirul Anwar (72) dari Lombok, dan peserta termuda Ilyas Rizqi (16), seorang santri hafiz dari Pondok Pesantren Tazdkirul Amin, Bekasi.

​”Alhamdulillah, sekarang kita mendapatkan penghargaan dari MUI Depok, sebagai salah satu lembaga yayasan yang menyelenggarakan khataman Alquran secara rutin tiap tahun,” kata H. Suroso.

​Tradisi khataman ini telah rutin diselenggarakan sejak tahun 2002. Meski awalnya diikuti oleh sedikit peserta, kini jumlahnya konsisten di atas 50 qari. Durasi pelaksanaannya selama delapan hari pun tercatat sebagai yang terlama di wilayah Depok.@