REKAYOREK.ID Seorang pria bernama Novian Yoga Khiswara asal Surabaya memiliki puluhan koleksi perangko bersejarah dari belahan dunia.
“Itu peninggalan almarhum ayah,” katanya.
Menurut Yoga, dalam koleksinya terdapat masa waktu perangko bersejarah dalam memperingati kantor pos Amerika, pameran nasional, potret tokoh terkemuka atau negarawan Amerika Serikat (AS), United Kingdom Britania Raya dengan negara afiliansi, Italia serta negara afiliansi maupun perayaan paska Perang Dunia II.
“Menurut literatur yang saya baca, evolusi sejarah perangko beredar di posnasional dan posinternasional berdasarkan penerbitan asal AS dengan nilai 1 cent, 2 cent, 3 cent, 4 cent, 5 cent, 6 cent, 8 cent, 10, cent, 15 cent, $1. Perangko definitif masing-masing memiliki nilai dan narasi tersebut digambarkan mulai potret Presiden George Washington, Thomas A Jefferson, James Monroe, James Burchanan, Abraham Lincoln, James A Garfield, Chester A Arthur dan Presiden Woodrow Wilson,” urainya.
Pada setiap perangko yang dimilikinya menandai fungsional pada masanya yaitu perangko penerbitan abad 17 hingga 19 atau dari tahun 1789, 1881,1847, 1938, 1945, 1954 dan 1960.
Selain perangko individu, lanjutnya, variasi perangko meliputi perangko vintage lambang kebebasan dan demokrasi AS dari Patung Liberty, Air Mail AS, Nasional AS dan Pengibaran Bendera AS diabadikan pada potret Iwo Jima.
“Perangko koleksi terdiri tunggal, berseri atau perangko set sesuai periodik,” jelasnya.
Pada koleksi perangko individu menampilkan pula perangko potret United Kingdom Britania Raya, GB King George VI dan Queen Elizabet II bersama negara kolonial dengan nilai berseri. Opsi perangko lain bergambar GB King George IV terbitan tahun 1936 hingga 1952, dengan representasi atas kepemimpinan dan wilayah kekuasaan Inggris dengan negara koloni. Perangko bergambar GB King George VI seperti tunggal dan set dengan nilai ½d, 1½d, 6d, 9p,10p dan pecahan 5s dan 2/6b. Katalog melengkapi koleksi yaitu perangko Queen Elizabet II terbitan tahun 1950 hingga 1963 dengan nilai ½d, 1d, 1½d, 2d, 2½d, 3d, 4d, 5d dan pecahan shilling dan pound.
Bahkan Yoga mengaku memiliki koleksi yaitu perangko vintage dengan representasi dari Kerajaan Mesir atau Egypt dengan potret Raja Farouk I sejak masa awal pemerintahannya hingga revolusi Mesir maupun sebuah perangko berbahasa Arab Raja Farouk dimulai sejak tahun 1936, 1952 1920, 1948, 1593, 1967, 1973 dan 1991 dan nilai 1 miles, 2 miles, 3 miles, 5 miles, 7 miles, 10 miles, 20 miles dan 40 miles.
“Perangko asal Mesir kuno antara lain menunjukkan motif-motif khas Mesir kuno, seperti contoh Piramida dan Sphink dengan tahun menyamai perangko definitif negarawan dengan nilai 2 miles, 10 miles, 45 miles, 40 miles, dan 70 miles,” tandasnya.
Ada juga desain perangko meliputi potret Muhammad Ali dengan menandai suatu peristiwa dan peringatan dan bagunan ikon Masjid Alabaster.
Kemudian ada juga penambah koleksi perangko dari Repubblica Italiana dilambangkan dengan Coin Of Syracuse tahun 1950 dengan nilai 5 lira, 10 lira, 15 lira, 20 lira, 25 lira, 50 lira, 80 lira dan 100 lira.
Perangko varietas menjadi koleksi lain adalah sejarah negara bagian Benua Amerika Selatan dan Utara, Afrika, Eropa Oseania, Australia dan Asia. Postage asal belahan dunia tersebut, di antaranya: Timur Tengah yaitu Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, Turki, Suriah, Qatar, Brahrain, Yaman. Afrika Timur dan Barat: Kenya, Nigeria, Etiopia. Asia: China, Indonesia, Singapura, Malaysia, India, Filipina, Korea. Amerika Utara: Meksiko. Eropa Tengah dan Barat; Hervetia, New Zealand, Republik Osterriech (Autria), Nederland (Belanda), Polska (Polandia), Canada.
“Perangko definitif atau reguler dikeluarkan mulai tahun 1940 dan 1980 oleh negara belahan dunia tersebut, memiliki desain nenyimbolkan identitas nasional dan regional serta momen-momen penting. Indentitas nasional seperti menunjukkan gambaran negarawan, patriotik, peringatan world dan Asean, negara afiliansi. Sementara identitas regional menerangkan geografi, industrial, penokohan lokal, bangunan ikonik, keanekaragaman budaya dan sejarah, ekspedisi, flora dan fauna, agrikultural, serta berbagai konseptual,” tuturnya sebagaimana yang dia baca dari banyak literatur.
Yoga saat ini memiliki koleksi perangko berjumlah ratusan carik tersimpan di 4 album perangko, 3 album sedang dan 1 album kecil. Seluruh perangko memiliki engsel dan tidak ada kerusakan, dan sebagian perangko menempel di atas sampul surat.
Kumpulan perangko sejak tahun 1940 dan 1980 ini merupakan perangko satuan, kesamaan, dan berseri. Perangko vintage berjenis reguler dan peringatan diterbitkan desainer dari kantor pos belahan dunia.@