Tim Brand Audit Temukan Banyak Sampah Plastik di Sungai Gogor Wonosalam

REKAYOREK.ID Aktivis Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) yang rencananya akan menggelar Ekspedisi Sungai Nusantara (ESN), tengah melakukan kegiatan Brand Audit sampah di Sungai Gogor Wonosalam Jombang. Brand Audit yang dimaksudkan yaitu, mengumpulkan dan memilah sampah dari berbagai produk bekerjasama dengan siswa SMPN 1 Wonosalam.

Menurut Arum Wismaningsih peneliti dari Ecoton, bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan awal yang akan digelar Ecoton, yaitu Ekspedisi Sungai Nusantara.

“Di Wonosalam Jombang kita mulai melakukan Brand Audit. Kita punguti sampah saset plastik dari berbagai produk. Lalu kita kumpulkan sesuai merk dari pabrik. Selain itu juga melakukan sensus air, ” kata Arum, Senin (28/2/2022).

Masih kata Arum, banyak jenis sampah saset yang ditemukan adik-adik siswa SMP 1 Wonosalam yang tergabung di Polisi Air. Sampah-sampah itu, hanyut dan tersangkut di aliran Sungai Gogor, yang merupakan sumber air warga di hulu dan di hilir.

“Rencananya kita akan melakukan kegiatan Brand Audit ini dua minggu sekali. Sekaligus upaya kita membersihkan sungai dari sampah-sampah plastik, ” jelas alumnus Biologi Universitas Jember, yang selama ini mengaku konsen memperhatikan sungai di wilayah Jombang.

Arum juga mengajak warga sekitar aliran sungai di Jombang, sebaiknya mulai sekarang mengurangi membuang sampah-sampah plastik ke sungai. Dampaknya sangat tidak baik bagi lingkungan.

“Bayangkan, jika sungai kita kotor, sungai penuh sampah dan limbah. Kita sendiri yang rugi. Mengajak adik-adik siswa (SMP1 Wonosalam), agar mereka tahu betapa pentingnya menjaga sungai dari kotoran sampah plastik, ” tandas Arum.

Kegiatan Brand Audit yang sudah berlangsung mulai Minggu (27/2/2022) itu, tampaknya mengundang daya tarik Chelsea Florencia Cantika siswi Kelas VIII SMPN 1 Wonosalam. Che, begitu biasa disapa mengaku senang terlibat membersihkan sungai.
“Sebagai warga yang pasti senang dan peduli. Setidaknya kegiatan ini bisa dijadikan pembelajaran tidak membuang sampah sembarangan,” ujar Che di lokasi Brand Audit.

Che dan teman-temannya yang tergabung dalam tim Polisi Air, sudah mengumpulkan 200 lembar sampah plastik, yang rata-rata kebanyakan saset bungkus makanan.

“Sampah dari makanan sih yang banyak. Itu rata-rata nyangkut di bata-batu,” ucap Che, yang nampak serius memilah sampah yang dipungkuti.

Dari 200 lembar sampah dalam pilihan Che diklasifikasikan, 50 % sampah produk dari WINGS, seperti kecap Sedap, So Klin, Mie Sedap, dan sabun Ekonomi. Selain itu terdapat 4 merk terbanyak, yaitu Marimas, Unilever, Unicharm, yang memproduksi popok bayi bermerk Maypoko dan Ajinomoto.

Sementara itu Amiruddin Muttaqin peneliti senior dari Ecoton, meminta Pemerintah Kabupaten Jombang harus memberikan perhatian serius terhadap pencemaran sungai. Ia pun berharap, pemkab membuat regulasi yang ketat dalam tata kelola sungai. Sebab sungai-sungai di wilayah Kabupaten Jombang sudah tidak layak di sebut sebagai sungai, tapi tempat pembuangan sampah dan limbah.

“Sampah-sampah saset ini harus dikendalikan. Karena kita tahu, saset ini lambat laun akan pecah menjadi mikroplastik. Selain itu mengganggu pemandangan wisata yang mulai menggeliat di Wonosalam. Bahkan Wonosalam telah menjadi salah satu destinasi wisata Jawa Timur, ” ucap Amir

Amir pun mendorong Pemkab Jombang, agar menyediakan tempat khusus sampah popok, yang selama ini belum menjadi kesadaran masyarakat dalam membuang popok.

“Masyarakat tentu saja membuang sampah popok ini di sungai. Karena belum ada tempat khusus yang tersedia untuk pembuangan. Dan produsen sampah harus memiliki tanggungjawab, setidaknya mendesain ulang packaging agar bisa didaur ulang. Jika dibakar akan bahaya berakibat polusi dioksin, ” tandas Amir.[]

ecoton
Komentar (0)
Tambah Komentar