Implementasi Kongres Aksara Jawa I

REKAYOREK.ID Menyusul Kongres Bahasa Jawa VII (28-30 November 2023) di hotel Alana Surakarta oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, hadirlah gelaran “Implementasi Kongres Aksara Jawa I” oleh Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di hotel Armada, Surakarta (30 November – 2 Desember 2023).

Dalam Kongres Bahasa Jawa VII, Aksara Jawa ternyata sudah tampil senyawa dengan Bahasa dan Sastra Jawa, yang keberadaanya dituangkan dalam Dasar Pemikiran, yang melandasi keputusan sidang sidang komisi dalam Kongres Bahasa Jawa VII, yang baru usai sebelum digelar Implementasi Kongres Aksara Jawa I.

Dua kegiatan literasi di atas saling melengkapi dan menguatkan serta saling mendukung, guna pencapaian masing masing tujuan. Misalnya Kongres Aksara Jawa I (2021) memiliki target target sebagaimana dibahas dan dihasilkan oleh masing masing komisi.

Di komisi I, yang membahas tentang tata tulis, akhirnya menetapkan model simplified dan Traditional. Komisi II, yang membahas tentang transliterasi, menetapkan Javanese General System of Transliteration (JGST) dan sedangkan Komisi III, yang membahas tentang Digitalisasi, memutuskan standar font Aksara Jawa dan standar papan tombol (keyboard,) aksara Jawa.

Dari keputusan Kongres Aksara Jawa I itulah, Bidang Bahasa dan Sastra, Dinas Kebudayaan DIY melakukan monitoring dengan menggelar agenda Implementasi Kongres Aksara Jawa I dengan mengundang komunitas komunitas dari tiga provinsi: Jateng, Jatim dan DIY.

Diaz Nawaksara, penyaji pertama pada Kamis (30/11/23), memaparkan upaya dan implementasi yang telah dilakukan selama dua tahun terakhir sejak 2021. Ia menjelaskan betapa lamanya waktu yang ditempuh dan proses yang dilalui. Meski memakan waktu yang cukup lama dan jalan rumit yang harus ditempuh, akgirnya terlahir keyboard Aksara Jawa. Upaya, yang ditempuh ini, termasuk menstandarkan keyboard Aksara Jawa.

Sementara narasumber Aditya Bayu Perdana menyajikan anatomi aksara Jawa dalam typeface pada hari ke dua. Ia memaparkan berbagai bentuk font Aksara Jawa mulai era kolonial hingga era yang berkemajuan. Ternyata keberadaan font Aksara Jawa juga berevolusi dan bervariasi sebagaimana Aksara Latin dalam perkembangan zaman.

Aksara Jawa, yang sudah ada sebelum bangsa Eropa masuk Nusantara, diketahui telah memiliki bentuk tulis dan dianggap sebagai bentuk font standard. Keberadaan font semakin berkembang dan variatif ketika bangsa Eropa masuk.

Selain Diaz Nawaksara dan Aditya Bayu Perdana, masih ada narasumber Teguh Budi Sayoga yang menyajikan materi berjudul Tantangan Pengenalan Aksara Jawa dalam aplikasi Aksara Jawa dan Cyber Security. Ada lagi Arif Budianto yang menyajikan Proses SLD Aksara Jawa.

Dari serangkaian paparan para narasumber, yang tampil dari hari pertama hingga hari kedua, tampak nyata upaya yang dilakukan oleh para pegiat dan pelestari Aksara Jawa di DIY dan rekan dalam upaya mengimplementasikan putusan Kongres Aksara Jawa I.

Dalam forum ini, diharapkan apa apa yang telah dihasilkan dari Kongres Aksara Jawa I, dapat diimplementasikan di berbagai daerah. Kegiatan, yang berlangsung mulai 30 November 2023 hingga hari Sabtu, 2 Desember 2023, dibuka oleh Dian Lakshmi Pratiwi, Kepala Dinas Kebudayaan DIY. Ia berharap kepada para peserta untuk bersama sama menjalankan putusan putusan Kongres sesuai kemampuan dan kapasitas masing masing.@nanang

Komentar (0)
Tambah Komentar