Kreativitas Anak dan Aksara Jawa Bertemu di Pameran SON’D di Surabaya

"Kreasi Seni Kelas Kecil dan Aksara Jawa”

REKAYOREK.ID Menggali potensi kreativitas anak-anak sekaligus upaya pelestarian budaya lokal kembali mendapat ruang apresiasi melalui pameran bertajuk “Kreasi Seni Kelas Kecil dan Aksara Jawa.” Pameran ini menjadi bagian dari rangkaian Mbangunredjo Art Festival yang akan digelar pada 17–20 Mei 2026 di Museum De Javasche Bank, Jalan Garuda No.1, Kecamatan Krembangan, Surabaya.

Kegiatan ini menghadirkan pameran karya seni dari anak-anak didik Sanggar Omah Nduwur (SON’D) serta siswa TK dan SD dari berbagai sekolah di Surabaya. Melalui pameran ini, para pengunjung dapat menyaksikan beragam karya yang lahir dari imajinasi, kreativitas, serta pengalaman keseharian anak-anak.

Berbagai karya yang dipamerkan meliputi seni rupa, karya kreatif berbahan barang bekas, karya instalasi, hingga eksplorasi visual anak-anak yang menggambarkan cara pandang mereka terhadap lingkungan sekitar. Pameran ini juga menghadirkan karya seni Aksara Jawa dari seniman Wiji Utomo, yang selama ini aktif menjadi pengajar kelas Aksara Jawa di Sanggar Omah Nduwur.

Melalui kegiatan ini, penyelenggara ingin menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan, kreatif, dan dekat dengan akar budaya. Pameran ini juga menjadi upaya untuk menumbuhkan keberanian anak-anak dalam berkarya, berekspresi, serta mencintai warisan budaya Jawa sejak usia dini.

Selain pameran karya seni, kegiatan ini juga akan dimeriahkan dengan berbagai rangkaian acara budaya dan edukatif yang dapat diikuti oleh masyarakat, di antaranya tari tradisional dan tari sufi, dongeng anak, workshop cukilan kayu dari Bukakok, workshop menulis Aksara Jawa, serta permainan tradisional yang dihadirkan oleh komunitas Kampung Dolanan.

Pameran “Kreasi Seni Kelas Kecil dan Aksara Jawa” akan dibuka secara resmi pada Minggu, 17 Mei 2026 pukul 10.00 WIB hingga selesai. Selama pameran berlangsung, galeri dibuka untuk umum setiap hari pada pukul 10.00–16.00 WIB, dengan catatan pada tanggal 18 Mei galeri tutup.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem seni yang inklusif dan edukatif bagi generasi muda. Dengan menghadirkan karya-karya anak serta aktivitas budaya yang beragam, pameran ini diharapkan dapat menjadi ruang pertemuan antara seni, pendidikan, dan pelestarian budaya lokal di tengah masyarakat.

“Kreativitas anak-anak adalah benih masa depan kebudayaan kita. Melalui pameran Kreasi Seni Kelas Kecil dan Aksara Jawa ini, kita ingin menunjukkan bahwa anak-anak memiliki imajinasi yang luar biasa jika diberi ruang untuk berkarya. Seni tidak hanya melatih keberanian berekspresi, tetapi juga menanamkan rasa cinta terhadap budaya sendiri sejak dini,” ujar Abdoel Semut selaku pendegan dan ketua dar DON’D.

Pria gondrong berbadan gempal ini juga memiliki harapan terhadap generasi muda yang masih perduli dengan Budaya Nusantara dan seni.

“Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi langkah kecil namun berarti dalam menumbuhkan generasi yang kreatif, percaya diri, dan bangga terhadap warisan budaya Jawa,” sergahnya lagi.

Penyelenggaraan kegiatan ini didukung oleh berbagai pihak, di antaranya Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Dana Indonesiana, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, Universitas Airlangga, serta Kalanara Society.

Selain itu, kegiatan ini juga didukung oleh berbagai komunitas, institusi, serta media partner yang turut berperan dalam memperkuat ekosistem seni dan budaya di Surabaya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan kreativitas anak-anak dapat terus berkembang, sekaligus memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya dan warisan tradisi Nusantara.@

Abdoel SemutAksara JawaKelas KecilOmah NduwurSanggarSeni