Oleh Much. Khoiri
Pengantar
Tinjauan buku atau resensi pada umumnya berfokus pada isi, gaya bahasa, atau orisinalitas gagasan. Namun, ada satu sudut pandang yang jarang disentuh: bagaimana buku ini lahir dari tangan seorang guru yang tidak hanya mengajar, tetapi juga menjadi sponsor literasi bagi siswanya? Mengapa guru di sini pantas disebut sebagai sponsor literasi? Sponsor adalah figur-figur yang muncul dalam ingatan seseorang ketika belajar membaca dan menulis: guru, orang tua, editor, pengarang berpengaruh, atau pejabat yang membuka akses terhadap bahan bacaan (Brandt, 2001).
Buku Publikasi Artikel Siswa di Media Massa: Tema SDGs Sebagai Bahan Pembelajaran Menulis adalah artefak langkah yang merekam proses panjang pendampingan menulis di MAN 1 Banyuwangi. Di balik setiap artikel, tersembunyi kerja tak kasatmata seorang guru: membaca draf, memberi umpan balik, membangun kepercayaan diri, hingga memastikan tulisan tembus ke media massa.
Buku sebagai Jejak Pendampingan
Secara fisik, buku ini merupakan antologi artikel siswa yang telah terbit di Radar Banyuwangi. Namun, jika dibaca dari perspektif guru, buku ini merupakan dokumentasi metodologi. Bagian akhir buku, yang ditulis langsung oleh editor Nurul Ludfia Rochmah, justru menjadi bagian yang paling penting bagi para pendidik.
Dalam esainya yang berjudul “Kerangka Agen Antroposen dalam Artikel Populer Siswa“, ia membeberkan secara jujur langkah-langkah pendampingan: dari memecah mental block “menulis itu sulit”, mengidentifikasi potensi siswa, menyusun kerangka bersama, hingga pendampingan personal yang intensif.
Buku ini juga menunjukkan bahwa guru sponsor literasi tidak hanya bekerja di dalam kelas. Ia membuka akses ke media massa, membangun kemitraan dengan redaksi, dan menciptakan audiens yang nyata bagi tulisan siswa. Ini adalah lompatan besar dari sekadar tugas menulis yang berakhir di meja guru.
Kekuatan dan Keterbatasan Peran Guru
Kekuatan utama buku ini dari perspektif sponsor literasi adalah konsistensi dan kesabaran. Proses dimulai pada September 2022 hingga Desember 2023—lebih dari satu tahun pendampingan. Guru tidak sekadar memberi tugas, tetapi juga menemani satu per satu siswa yang memiliki masalah penulisan yang berbeda. Ini adalah bentuk differentiated coaching yang langka terjadi di sekolah menengah.
Selain itu, guru berhasil menciptakan kerangka menulis yang terstruktur namun fleksibel. Dengan memilih tema SDGs yang terdiri dari 17 poin, setiap siswa dapat memilih topik yang berbeda, sehingga mengurangi plagiasi dan membangun kemandirian. Kerangka baku (fakta terbaru – konsep – fenomena lokal – solusi – peran generasi muda) menjadi scaffolding yang kokoh sebelum siswa benar-benar lepas.
Kelemahan yang terlihat adalah bahwa strategi guru dalam mengatasi kegagalan belum terdokumentasi secara eksplisit.
Buku ini lebih banyak menyajikan keberhasilan (artikel yang terbit), tetapi tidak banyak membahas bagaimana menghadapi siswa yang tulisannya berulang kali ditolak oleh media. Padahal, dari perspektif sponsor literasi, kegagalan adalah bagian tak terpisahkan dari proses belajar.
Pengakuan Jujur Seorang Guru
Kutipan paling menggambarkan peran guru sebagai sponsor literasi terdapat dalam esai penutup:
“Bagi guru, kegiatan ini bukan pekerjaan mudah. Ia perlu bersabar dan telaten mendampingi siswanya satu per satu. Hal ini karena masing-masing siswa memiliki masalah penulisan yang berbeda-beda. Pendampingan personal ini menjadi data autentik bagi guru untuk memberikan penilaian secara objektif. Pendampingan ini memberi kesempatan kepada guru secara personal untuk memberikan motivasi menulis yang spesifik, memberikan apresiasi yang paling dibutuhkan bagi masing-masing siswa, dan mendelegasikan konsep besar agen antroposen dalam bentuk tulisan yang dapat mereka jangkau.”
Kutipan ini penting karena menolak narasi instan dalam dunia literasi. Tidak ada bakat menulis yang tumbuh tanpa pendampingan personal. Guru sponsor literasi adalah mereka yang bersedia duduk di samping siswa, membaca draf yang sama berulang kali, dan percaya bahwa setiap anak memiliki cerita yang layak didengar.
Rekomendasi
Buku ini seharusnya dibaca oleh: Pertama, guru bahasa dan lintas mata pelajaran yang ingin memulai gerakan literasi menulis, tetapi ragu karena merasa siswa “tidak bisa menulis”. Buku ini menunjukkan bahwa dengan kerangka yang tepat dan pendampingan yang intensif, siswa dapat menghasilkan karya yang layak untuk dijadikan media.
Kedua, kepala sekolah dan pengawas perlu memahami bahwa literasi bukan program seremonial, melainkan ekosistem jangka panjang yang membutuhkan dukungan waktu, ruang, dan apresiasi. Ketiga, pemerhati pendidikan daerah untuk mencontoh kolaborasi antara madrasah dan media massa lokal sebagai mitra strategis.
Saran perbaikan untuk edisi berikutnya: sertakan refleksi dari siswa yang tulisannya belum pernah terbit, atau catatan khusus tentang strategi menghadapi kegagalan publikasi. Ini akan melengkapi potret utuh seorang guru sponsor literasi—yang tidak hanya merayakan keberhasilan, tetapi juga menemani proses yang pahit.
Epilog
Membaca buku ini dari perspektif guru sebagai sponsor literasi mengubah cara kita memandang antologi siswa. Ia bukan sekadar kumpulan artikel. Ia adalah buku panduan pendampingan menulis yang hidup, diceritakan melalui karya-karya siswa itu sendiri. Guru tidak berada di balik panggung; ia hadir di setiap paragraf, di setiap struktur yang rapi, dan di setiap keberanian siswa untuk menuliskan solusi atas masalah dunia.
Di sinilah letak keberanian sejati seorang pendidik: tidak hanya mengajarkan menulis, tetapi juga menulis ulang perannya sendiri sebagai pemantik gerakan literasi yang berkelanjutan. Guru semacam ini, tidak lain dan tidak bukan, adalah sponsor literasi yang layak diteladani.@
Judul Buku: Publikasi Artikel Siswa di Media Massa: Tema SDGs sebagai Pembelajaran Menulis
Editor: Nurul Ludfia Rochmah
Penerbit: Dunia Buku – Anom Pustaka, Yogyakarta
Tahun Terbit: 2025
Tebal: 380 halaman
*) Much. Khoiri (nama pena Dr. Drs. Much. Koiri, M.Si.) adalah dosen Kajian Sastra/Budaya dan Menulis Kreatif dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa)