Jumlah Korban Keracunan MBG 2026 Lebih Tinggi Dibanding 2025

REKAYOREK.ID Jumlah keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) tak bisa hanya dilihat dari Januari hingga Februari 2026 saja. Melainkan harus dilihat secara angka keseluruhan sejak tahun 2025. Pasalnya, jumlah korban rerata 2026 lebih tinggi dibandingkan rerata korban tahun 2025.

Ketua Umum Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Fahriza Marta Tanjung, pada Februari 2026, jumlah korban keracunan MBG tercatat 1.920 orang. Angka ini memang turun 32,2 persen dibanding Januari yang mencapai 2.835 orang. Namun, jika dilihat secara keseluruhan, dalam dua bulan pertama tahun 2026 jumlah korban sudah mencapai 4.755 orang. Artinya, rata-rata setiap bulan ada 2.377,5 korban.

“Bandingkan dengan data tahun 2025 yang dicatat oleh Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), yang menyebutkan total 20.012 korban sepanjang tahun atau rata-rata 1.667,7 orang per bulan. Berarti ada kenaikan signifikan korban keracunan MBG,” kata Fahriza, Senin (6/4/2026).

Salah seorang korban keracunan MBG dijenguk oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.Foto: Pemprov Jakarta

 

Ia menegaskan, perbandingan ini menunjukkan hal yang mengkhawatirkan. Rata-rata korban per bulan pada 2026 naik 42,56 persen dibanding 2025.

“Ini bukan kenaikan kecil. Artinya, dalam waktu yang lebih singkat, jumlah korban justru bertambah lebih cepat,” ujarnya.

Ia mengingatkan, bahwa program MBG menyasar anak-anak sekolah, balita, ibu hamil dan ibu menyusui, yang adalah kelompok yang seharusnya dilindungi. Program ini dibuat untuk meningkatkan gizi, jangan sampai malah menimbulkan risiko kesehatan dalam jumlah besar.

”Jika kasus keracunan terjadi berulang dan melibatkan ribuan orang, berarti ada masalah dalam pengawasan, kualitas bahan makanan, kebersihan, atau distribusinya,” pungkasnya.@