Renungan Pagi “Kidang Soka dan Banyu Mili”

REKAYOREK. ID – Pagi ini, secangkir kopi menghangatkan tangan, sementara pandanganku jatuh pada sebilah Kidang Soka berpamor Banyu Mili.

Aku terdiam cukup lama.

Tiba-tiba aku menyadari bahwa hidup mungkin memang tidak meminta kita menjadi yang paling kuat. Alam justru mengajarkan dua hal yang sederhana.

Dari kidang, aku belajar tentang kepekaan. Ia tidak berlari karena takut, tetapi karena mampu membaca arah angin. Ia tahu kapan melangkah, kapan berhenti, dan kapan diam lebih bijaksana daripada bergerak.

Dari banyu mili, aku belajar tentang ketulusan. Air tidak pernah memaksa gunung untuk menyingkir. Ia hanya terus mengalir. Hari demi hari, tahun demi tahun, justru kelembutannya mampu membentuk batu yang paling keras.

Barangkali selama ini yang membuat kita lelah bukan karena hidup terlalu berat, melainkan karena kita terlalu sering memaksa sesuatu terjadi sesuai keinginan kita.

Hari ini aku ingin belajar menjadi seperti Kidang Soka—peka membaca tanda-tanda kehidupan, namun tetap setenang Banyu Mili yang tidak kehilangan arah meski jalannya berliku.

Sebab mungkin kebijaksanaan bukan tentang seberapa cepat kita sampai, melainkan tentang apakah hati kita tetap damai selama perjalanan.

“Kepekaan menunjukkan arah, ketenangan menjaga langkah, dan kesabaran membawa kita sampai pada tujuan.”

Oleh :  Rivo Cahyono & Teman Seperjalanan