Tak Tergoda Kursi Pemerintahan, Presiden KSPSI Andi Gani Pilih Kawal Perjuangan Buruh dari Luar Istana

Sekretaris Pimpinan Daerah SP IMPPI Jawa Timur, Lilies Pratiwining Setyarini, memberikan apresiasi.

REKAYOREK.ID – Di tengah bergabungnya sejumlah tokoh buruh ke dalam  pemerintahan, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea memilih tetap berada di luar lingkaran kekuasaan. Sikap tersebut mendapat apresiasi dari berbagai kalangan pekerja, termasuk Serikat Pekerja Informal Migran dan Pekerja Profesional Indonesia (SP IMPPI) Jawa Timur.

Seperti diketahui, sejumlah tokoh buruh yang sebelumnya dikenal kritis kini masuk ke pemerintahan. Setelah Jumhur Hidayat dipercaya menjadi Menteri Lingkungan Hidup, menyusul Said Iqbal yang ditunjuk sebagai Utusan Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.

Berbeda dengan keduanya, Andi Gani Nena Wea tetap memilih menjalankan perannya sebagai Presiden KSPSI dan berada di luar pemerintahan. Padahal, ia disebut telah beberapa kali menerima tawaran untuk bergabung ke dalam kabinet, baik pada era Presiden Joko Widodo maupun Presiden Prabowo Subiyanto. 

Foto : illustrasi

Sikap tersebut diapresiasi oleh Sekretaris Pimpinan Daerah SP IMPPI Jawa Timur, Lilies Pratiwining Setyarini.
“Saya kira ada di dalam atau di luar pemerintahan adalah pilihan. Saya pribadi mengapresiasi setinggi-tingginya sikap Bung Andi Gani yang memilih tetap bersama buruh di luar pemerintahan,” kata Lilies dalam keterangannya, Rabu (10/6/2026).

Menurut Lilies, keberadaan tokoh buruh di luar pemerintahan tetap dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan demokrasi dan menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap kebijakan yang diambil pemerintah.

Ia menegaskan bahwa yang paling penting adalah menjaga persatuan gerakan buruh dan komitmen seluruh tokoh pekerja dalam memperjuangkan kesejahteraan kaum buruh.
“Keberadaan tokoh buruh di dalam kekuasaan bagus juga untuk menjembatani aspirasi buruh. Paling tidak buruh punya saluran aspirasi di dalam pemerintahan,” tutur alumnus.

Pascasarjana Universitas Airlangga tersebut.
Lilies menilai, baik tokoh buruh yang berada di dalam maupun di luar pemerintahan memiliki peran strategis masing-masing. Karena itu, sinergi dan kekompakan antarelemen gerakan buruh harus terus dijaga.

Sebelumnya, Andi Gani Nena Wea menyampaikan kepada seluruh jajaran KSPSI bahwa keputusannya untuk tetap berada di luar pemerintahan dan melanjutkan tugas sebagai Presiden KSPSI merupakan pilihan yang terhormat.

Menurutnya, perjuangan bersama seluruh jajaran KSPSI AGN dalam memperjuangkan hak-hak pekerja merupakan anugerah yang sangat berharga.

“Kita harus tetap mendoakan Bung Jumhur dan Bung Iqbal sukses dalam menjalankan tugas negara yang di emban,” pungkas putra tokoh buruh internasional, Jacob Nua Wea tersebut. @red.