Alumni Ansor Dukung Kebijakan Ketum Addin Reshuffle Pimpinan Pusat
REKAYOREK.ID, JAKARTA – Kebijakan reshuffle yang dilakukan pimpinan pusat GP Ansor mendapat dukungan dari Alumni Ansor Ramadhan Isa. Menurutnya, apa yang dilakukan itu sudah sesuai prosedur karena melalui Rapat Pleno Pengurus Harian yang dihadiri Ketua Umum, Sekjen dan para Pengurus Harian Pimpinan Pusat GP Ansor.
Mantan Wakil Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Jakarta Utara itu mengungkapkan, reshuffle adalah hal yang lumrah dalam rangka penyegaran dan memenuhi kebutuhan organisasi. Keputusannya pun dilakukan secara kolektif melalui rapat pleno pengurus harian pimpinan pusat.
“Jadi salah besar kalau reshuffle itu keinginan atau keputusan Ketum Addin Jauharudin seorang,” tegas pria yang akrab disapa Dhani itu dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).
Dhani melanjutkan, reshuffle juga dilakukan secara keseluruhan, tidak hanya dilakukan terhadap orang tertentu saja. Sehingga tidak benar kalau ada informasi yang menyebut reshuffle itu hanya menarget figur tertentu atau dari kelompok tertentu.
Menurut pria yang pernah ditunjuk sebagai Karteker Sekretaris PC GP Ansor Jakarta Utara ini, reshuffle dilakukan secara keseluruhan. Tidak satu orang atau satu posisi saja. Pertimbangannya jelas kebutuhan organisasi untuk bergerak lebih cepat.
“Jadi ini reshuffle berdasarkan kebutuhan organisasi. Tentunya juga melalui evaluasi internal yang membutuhkan SDM aktif untuk menggerakkan roda organisasi,” terang alumni UIN Ciputat Jakarta ini.
Dhani membantah keras kalau reshuffle tersebut menarget individu tertentu. Menurutnya, Ansor sebagai organisasi besar memiliki ritme kerja yang tinggi. Karena itu, butuh personil yang aktif, solid dan militan.
Ia menambahkan, apalagi dalam waktu dekat ada sejumlah agenda besar Pimpinan Pusat GP Ansor. Diantaranya pelaksanaan Pelatihan Kader Nasional (PKN) di Sidoarjo dan pengamanan Konbes serta Muktamar ke-35 NU.
“Kalau ada pengurus yang direshuffle, sebaiknya intropeksi diri serta bertabayun ke Pimpinan Pusat. Itu lebih tepat dari pada membangun narasi liar di media sosial, karena Ansor adalah rumah kita bersama,” pungkasnya.@peq