Rekayorek.id, Portal berita dan wadah berbagi kreativitas
Browsing Kategori: "Sastra"

Sastra

Segala tulisan berkaitan dengan kesusastraan atau seni. Mulai novel, cerpen, cerbung, drama, hingga puisi.

Titik Nadhir #11

Oleh: Jendra Wiswara Malam kian padat merayap. Sapuan gelombang air laut yang menghantam badan kapal membuyarkan angan-angan kami. Pelabuhan Ketapang tampak lengang. Angin laut menerjang dengan kencang. Udara malam mulai menunjukkan…

Bahu Laweyan #40

Oleh: Jendra Wiswara Aisyah bertanya pada Nunuk, apakah ingin bertemu Muhammad. Perempuan bahu laweyan itu menjawab iya. Namun khusus Muhammad, Nunuk yakin anaknya itu tidak akan mengenalinya seperti Aisyah dan Fatimah. Sebab sewaktu…

Titik Nadhir #10

Oleh: Jendra Wiswara Di pelabuhan Ketapang (Banyuwangi) seorang petugas kepolisian nampak berjaga-jaga di pintu masuk. Dengan senjata laras panjang bergelantungan di pundak, ia mengawasi gerak-gerik semua orang yang hendak menyebrangi…

Bahu Laweyan #39

Oleh: Jendra Wiswara Nunuk terharu melihat Aisyah berdiri di hadapannya. Memeluk erat kakeknya. Dia tak kuasa hati melihat pemandangan indah itu. “Aisyah, kau sudah besar, Nak!” Batin Nunuk. Pakaian Aisyah putih. Bawahannya abu-abu. Rapi…

Titik Nadhir #9

Oleh: Jendra Wiswara Pasir putih, semula kami membayangkan pasirnya berwarna putih, lautnya berwarna putih, ikannya berkulit putih, perahu-perahu yang terombang-ambing di bibir pantai dicat warna putih, begitu pula losmen-losmen atau…

Bahu Laweyan #38

Oleh: Jendra Wiswara “Apa kamu siap bertemu dengan anak-anakmu?” Bapaknya Nunuk bertanya. “Insya Allah, siap pak,” jawab Nunuk. “Termasuk Iksan!” Mendengar ini Nunuk tidak langsung terdiam. Dia meneroboskan pandangan pada bapaknya.…

Titik Nadhir #8

Oleh: Jendra Wiswara Perjalanan berikutnya giliran aku yang memegang setir. Yoga duduk di jok belakang, sesekali ia menceramahiku agar tidak ngebut.  “Pelan-pelan aja!” Wanti-wantinya. Rupanya dia sedikit khawatir motornya kubikin…

Bahu Laweyan #37

Oleh: Jendra Wiswara Suud pamit pulang. Sebelum pergi, pedagang sayur itu sempat menuliskan alamat lengkap Sahid dalam huruf latin di kertas kosong yang telah diterjemahkan dari Arab Pegon. Ya, supaya Nunuk dapat membacanya. “Aku…

Titik Nadhir #7

Oleh: Jendra Wiswara Temanku masih memacu motor dengan kecepatan penuh. Tanpa menengok belakang, kami bagai memiliki ilmu Seipi Angin: kencang dan ringan. Satu dua kendaraan dilewati. Kesalahan kecil bisa mengakibatkan fatal,…

Bahu Laweyan #36

Oleh: Jendra Wiswara Mulut Suud tak henti-hentinya mengucap istigfar usai membaca kertas berisi tulisan Arab gundul. Sesekali dia memejamkan mata. Mengenangkan risalah yang sudah lama sekali dia lupakan. Gara-gara tulisan itu,…