Hanaka Social Space, Tempat Kuliner Favorit di Surabaya yang Menyatukan Kopi dan Literasi

Pelatihan Jurnalistik Batch #2

REKAYOREK.ID – Sebagai salah satu tempat kuliner yang kian diminati di Kota Surabaya, Hanaka Social Space tak hanya menawarkan beragam sajian makanan dan minuman, tetapi juga menghadirkan suasana nyaman yang mendukung lahirnya berbagai aktivitas kreatif dan intelektual. Hal itu tampak saat puluhan kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dari berbagai daerah di Jawa Timur berkumpul di lokasi tersebut, Rabu (10/6/2026), dalam Pelatihan Jurnalistik Batch #2 yang digelar DPC GMNI Surabaya Raya bersama Rumah Literasi Digital (RLD).

Di tengah aroma kopi yang menguar dan ramainya pengunjung yang menikmati aneka menu khas Hanaka Social Space, suasana hangat dan santai justru menjadi latar yang ideal bagi berlangsungnya diskusi dan pertukaran gagasan. Tempat yang dikenal sebagai salah satu ruang nongkrong dan kuliner di Surabaya itu pun menjelma menjadi arena bertemunya semangat literasi dan kreativitas anak muda.

Ketua DPC GMNI Surabaya Raya, Ni Kadek Ayu Wardani, mengatakan bahwa kemampuan jurnalistik merupakan bagian penting dari tradisi intelektual kaum pergerakan.

“Jurnalistik bagi kaum pergerakan adalah alat perjuangan. Melalui tulisan, kita mendidik rakyat dengan pergerakan sekaligus mendidik penguasa dengan perlawanan,” ujarnya.

Menurut Kadek, mahasiswa tidak boleh bersikap apatis terhadap persoalan masyarakat. Tulisan yang lahir dari kepekaan sosial, kata dia, dapat menjadi medium advokasi sekaligus alat kontrol terhadap kekuasaan.

Nuansa khas Hanaka Social Space yang terbuka dan akrab turut membuat jalannya pelatihan berlangsung lebih cair. Sesekali tawa peserta terdengar di sela-sela pemaparan materi, berpadu dengan aktivitas pengunjung lain yang menikmati hidangan dan minuman favorit mereka. Perpaduan antara ruang kuliner dan ruang diskusi tersebut memperlihatkan bahwa sebuah tempat makan tidak hanya menjadi lokasi bersantai, tetapi juga dapat berfungsi sebagai ruang bertumbuhnya gagasan dan budaya literasi.

Senior GMNI, Anom Surahno, yang membuka pelatihan tersebut, mengingatkan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah wajah dunia informasi. Dalam materi bertajuk Merawat Jalan Pedang Jurnalisme Progresif Revolusioner, ia memaparkan tiga tantangan utama dunia informasi saat ini, yakni tuntutan kecepatan, hilangnya monopoli sumber informasi, serta menjaga kepercayaan publik di tengah berkembangnya jurnalisme warga.

“Kecepatan tidak boleh mengalahkan kebenaran. Informasi yang baik harus melalui proses cek dan ricek,” tegasnya.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk tidak sekadar mengikuti arus informasi yang sedang viral, melainkan menghadirkan keberpihakan kepada kelompok-kelompok yang selama ini minim ruang bersuara.

“Jangan hanya menjadi pengikut algoritma. Jadilah orang yang mengatur algoritma melalui narasi-narasi yang jujur,” pesannya.

Pelatihan yang turut menghadirkan materi dari Ali Masduki serta Ketua Rukun Warta RLD Fatchur Rohman itu membekali peserta dengan dasar-dasar jurnalistik, teknik wawancara, verifikasi data, hingga penyuntingan naskah.

Momentum tersebut sekaligus memperlihatkan sisi lain Hanaka Social Space sebagai destinasi kuliner di Surabaya yang mampu menghadirkan pengalaman lebih dari sekadar menikmati makanan dan minuman.

Dengan atmosfer yang nyaman, modern, dan ramah bagi berbagai komunitas, Hanaka Social Space menjadi bukti bahwa ruang kuliner dapat tumbuh menjadi pusat interaksi sosial, kreativitas, serta lahirnya generasi muda yang kritis dan melek literasi.@peq

GMNI Surabaya RayaHanakaPelatihan Jurnalistik Batch #2RLD