Rekayorek.id, Portal berita dan wadah berbagi kreativitas

Renungan Malam — Tentang Pulang ke Diri

Oleh: Rivo Cahyono & Teman Seperjalanan

Malam ini aku merenung,
barangkali perjalanan hidupku bukan tentang mencari lebih banyak,
tetapi tentang mengupas lebih dalam.

Selama ini aku berjalan,
mencari makna di banyak tempat.

Dalam budaya, pusaka, perjalanan, cinta, luka, kehilangan, bahkan keheningan.

Dan hampir selalu,
apa yang kucari bisa kudapatkan.

Namun anehnya,
setelah sampai…
selalu ada rasa selesai.

Bukan bosan.
Bukan tidak bersyukur.

Tetapi seperti jiwa ini berbisik:

“Sudah, bukan di sini lagi.”

Lalu aku bergerak lagi.

Mencari lagi.

Mungkin selama ini aku pikir itu adalah pertumbuhan.

Namun malam ini aku mulai bertanya:

apakah aku benar-benar bertumbuh…
atau hanya terus bergerak agar tidak tenggelam dalam kebiasaan?

Karena kadang yang paling kutakuti bukan kehilangan.

Tetapi kehilangan rasa hidup.

Rutinitas sering membuatku merasa jauh dari esensi.

Dan mungkin itu sebab aku terus mencari horizon baru.

Namun malam ini aku sadar:

bisa jadi bukan hidup yang kehilangan makna.

Mungkin aku yang belum cukup diam
untuk melihat makna dalam hal yang sama.

Aku juga melihat sesuatu dalam cintaku.

Bahwa di balik kehadiran penuh,
masih ada bagian kecil dalam diriku yang berjaga.

Terutama pada anak.

Dan aku tahu itu bukan sekadar proteksi.

Mungkin ada gema lama yang masih hidup—
takut kehilangan lagi.

Dan aku belajar:

mencintai bukan menggenggam.

Menjaga bukan mencengkeram.

Karena cinta yang terlalu takut
sering diam-diam menjadi penjara.

Lalu aku kembali pada pertanyaan yang paling sunyi:

jika semua pencarianku selesai hari ini,
apa yang akan kulakukan besok pagi?

Dan mungkin jawabannya sederhana:

bangun, bernapas, menapak bumi,
memandang langit,
dan belajar hadir.

Tanpa harus mencari sesuatu.

Tanpa harus menjadi sesuatu.

Karena mungkin selama ini
yang kucari tidak pernah jauh.

Hanya tertutup oleh gerak yang terlalu banyak.

Malam ini aku belajar:

tidak semua makna harus ditemukan di tempat baru.

Kadang makna paling dalam
bersembunyi di hal yang sama,
yang kita lewati setiap hari.

Napas yang sama.
Langkah yang sama.
Langit yang sama.

Dan mungkin…

di situlah pulang sebenarnya dimulai.

“Kadang kita tidak kehilangan makna dalam hidup;
kita hanya terlalu sibuk bergerak,
hingga lupa bahwa makna sering diam menunggu di tempat yang sama.”

Komentar
Loading...