Rekayorek.id, Portal berita dan wadah berbagi kreativitas

Nelayan Ujung Pangkah dan Mengare Resah, Perairan Dijarah Kapal Trawl

REKAYOREK.ID Ratusan nelayan di Kabupaten Gresik resah. Pasalnya perairan antara Ujung Pangkah dan Mengare sering dijarah kapal trawl atau pukat harimua ukuran besar.

“Mereka beroperasi siang dan malam tidak jauh dari bibir pantai sehingga tidak terdeteksi oleh aparat keamanan yang beroperasi di tengah laut,” kata salah satu nelayan Mengare, Luqman.

Hal tersebut lanjutnya, sudah dilaporkan ke pihak berwenang Polair maupun DKP Jatim tetapi belum ada respon.

Kejadian tersebut sudah berlangsung cukup lama dan di setiap kapal jaring pukat harimau berisi 4 sampai 6 orang dan membawa senjata tajam.

“Perahu saya pernah dikejar dan mau ditabrak saat mengambil foto kapal yang sedang beroperasi, hampir ditabrak dan hape saya buang,” ungkapnya pada saat kejadian dirinya menggunakan perahu kecil.

Selain trawl di bawah 12 mil juga sering ditemui kapal kapal ikan jenis payang beroperasi di peairan Gresik. Hal tersebut tambah Luqman jelas melanggar aturan seharusnya kapal kapal tersebut mencari ikan di atas 12 mil sehingga tidak menggangu armada kapal kecil yang beroperasi di bawah 12 mil.

Atas kejadian tersebut Kesatuan Nelayan Tradsional (KNTI) Gresik sudah melaporkan ke Dinas kelautan dan Perikanan Jatim serta ke Polda Jatim.

“Jika ada operasi mereka selalu lolos karena berperasinya tidak jauh dari bibir pantai sedangkan kapal aparat kemanan beroperasi terlalu ke tengah,” jelasnya.

Maraknya kapal kapal trawl yang tidak ramah lingkungan serta merusak ekosistim laut tersebut tidak hanya tejadi di perairan Gresik. Sejumlah nelayan pantai timur Surabaya yang mencari ikan di perairan Sidoarjo dan Surabaya beberapa waktu mengeluhkan hal yang sama.

“Kejadian berulang kali kapal kapal trawl asal Pasuruan dan Probolinggo beroperasi brutal. Selain merusak jaring nelayan lokal, kapal kapal ini berani menghalau kapal kapal kecil sambil mengancam dengan senjata tajam,” ungkap Heroe Budianto, Pembina nelayan Wonorejo dan sekitarnya. Heroe yang juga sekertaris LMK Medokanayu itu menyesalkan aparat keamanan dari Polair serta DKP Jatim yang dinilainya kurang serius menindaklanjuti keluhan nelayan Wonorejo terkait beroprasinya kapal pukat harimau tersebut.

Menangapi hal tersebut, Kepala Bidang Kelautan, Pesisir dan Pengawasan DKP Jatim, Awalrush Andira yang akrab dipanggil Rendy mengatakan, laporan dari nelayan Gresik dan Surabaya sebelumnya sudah ditindak lanjuti yaitu melakukan pengawasan bersama terpadu bersama Polair dan poskamladu. “Akan kami giatkan lagi,” ujarnya singkat.@mas

Komentar
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari penggunaan kata yang mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA.
Loading...