Rekayorek.id, Portal berita dan wadah berbagi kreativitas

15 Dosen Amerika Diajak Mengenal Aksara Jawa di Surabaya

REKAYOREK.ID Sebanyak 15 dosen dari Miami Dale Collage, Florida, Amerika Serikat, jalan jalan budaya di kota Surabaya pada Kamis (16/5/2024).

Kedatangan mereka ke Surabaya disponsori oleh Fulbright-Hays dengan tujuan belajar Bahasa, Budaya, Seni, dan Teknologi. Di Surabaya mereka berkampus di Universitas Airlangga.

Selama di Universitas Airlangga, mereka ditangani oleh Airlangga Global Engagement (AGE), Fakultas Teknologi Maju dan Multidisipliner (FTMM) dan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unair. Adapun salah satu dari aktivitas edukasi mereka adalah jalan jalan budaya dengan keliling kota, City Tour.

Kebetulan kehadiran mereka di Surabaya selama sebulan ini masuk pada masa masa perayaan Hari Jadi Kota Surabaya ke 731. Sebelumnya, David Segoh (PIC FIB), dalam penyusunan jadwal (itinerary) kegiatan wisata budaya di Surabaya, telah berkoordinasi dengan komunitas budaya Puri Aksara Rajapatni.

Maka terdesainlah program wisata budaya dengan kunjungan, yang kronologis mulai dari Arca Joko Dolog, Kampung Ampel Denta dengan komplek Masjid dan Makam Sunan Ampel, Kawasan Kota Tua dengan Rumah Abu Han di kawasan Kampung Pecinan dan Tugu Pahlawan yang menggambarkan Surabaya sebagai Kota pahlawan.

“Tempat tempat itu mewakili zaman. Joko Dolog dikaitkan dengan kisah Hari Jadi Kota Surabaya, Ampel Denta sebagai gambaran peradaban Islam di Surabaya, Kota Tua dan Pecinan sebuah gambaran era kolonial dan Tugu Pahlawan sebagai simbol perlawanan untuk mempertahankan kedaulatan bangsa”, jelas Nanang, Ketua Puri Aksara Rajapatni, yang sekaligus memandu para dosen dari Amerika itu.

Mengenal Aksara Jawa

Terkait dengan tujuan program Fullbright-Hays ini, menurut David Segoh dari Universitas Airlangga, bahwa mereka di sini untuk belajar bahasa, budaya, seni dan teknologi.

Karenanya tepat sekali ketika mereka mendapat tempat tempat kunjungan wisata yang berorientasi pada budaya dan bahasa.

Arca Joko Dolog menjadi bukti nyata adanya literasi tulis pada masa Kerajaan Singhasari ke Majapahit. Keberadaan Aksara Jawa Kuna menjadi obyek budaya yang diperhatikan para dosen dari Miami Dade Collage Amerika. Foto: FIB/PAR

 

“Kami mengajak mereka ke Arca Joko Dolog untuk mengenal literasi yang pernah dipakai kala itu sebelum ada Indonesia. Joko Dolog, yang menjadi perwujudan Raja Kertanegara, dengan inskripsi yang tertulis pada lapik dimana sang Arca duduk, adalah literasi sebelum Indonesia ada”, terang Nanang sebagaimana ia ceritakan kepada para wisatawan dari Amerika itu.

Singasari dan Majapahit kala itu menggunakan bahasa Sansekerta dan Jawa kuna yang ditulis menggunakan Aksara Jawa Kuna. Dalam perkembangan zaman, muncullah Aksara Jawa (Carakan). Untuk pemajuan kebudayaan, pemerintah Kota Surabaya mengembalikan Aksara Jawa yang salah satu penggunaan aksaranya ada di Taman Apsari.

Atas dua Aksara Jawa: Aksara Jawa Kuna dalam bahasa Sansekerta dan Aksara Jawa baru (Cara kan) dalam bahasa Iindonesia menjadi perbandingan yang mereka dapatkan sebagai informasi dalam mengenal bahasa dan bahkan Aksara Jawa (Kuna dan baru).

Karenanya mereka mengabadikan tulisan Aksara Jawa, yang Kuna (di Arca Joko Dolog) dan yang Jawa baru (Carakan) di Taman Apsari adalah pengetahuan dalam mengenali Aksara Jawa di Surabaya.

Pesan yang serupa tentang Aksara dan relief juga didapat di komplek Sunan Ampel dimana mereka dapat melihat sebuah relief bergambar bunga cengkeh yang menggambarkan komoditas alam dan dagang di era Sunan Ampel, yang termasuk masih di era Majapahit.

Mengenal relief cengkeh di salah satu Gapura Ampel. Relief adalah bahasa non verbal yang menyimpan makna. Foto: FIB/PAR

 

Relief adalah simbol bahasa dan pesan yang disampaikan oleh Sunan Ampel akan potensi alam yang ada di Jawa. Relief bunga cengkeh adalah tanda legitimasi produk perkebunan kala itu.

Relief sebagai simbol pesan dan bahasa. Demikian halnya dengan Aksara Jawa, juga merupakan simbol bahasa dan pesan pada eranya.

Terkait dengan pemajuan Aksara Jawa, teragendakan akan datang rombongan mahasiswa Inggris yang akan sinau Aksara Jawa bersama Puri Aksara Rajapatni pada awal bulan Juni 2024.@Tim PAR

Komentar
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari penggunaan kata yang mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA.
Loading...