THR Hi-Tech Mall Diproyeksikan Bangkit, FSP Parekraf Usulkan Ruang Gratis bagi Komunitas Seni
Semut: Surabaya Memiliki Banyak Musisi
REKAYOREK.ID – Gedung THR Hi-Tech Mall yang pernah menjadi ikon hiburan dan pusat teknologi di Surabaya berpeluang kembali hidup. Kali ini, kawasan tersebut diproyeksikan menjadi sentra seni, budaya, serta ekonomi kreatif masyarakat.
Gagasan tersebut disampaikan Federasi Serikat Pekerja Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (FSP Parekraf)-KSPSI saat melakukan audiensi dengan BPKAD Kota Surabaya, Rabu (10/6/2026).
Ketua FSP Parekraf, Michael Revy Renaldo, menilai langkah Pemerintah Kota Surabaya merupakan terobosan yang layak diapresiasi.
“Revitalisasi THR Hi-Tech Mall dapat menjadi momentum memperkuat ketahanan ekonomi kreatif masyarakat. Para pekerja informal membutuhkan ruang yang memberikan kesempatan berkembang secara berkelanjutan,” tuturnya.
Menurut Abdoel Semute, kawasan THR memiliki nilai historis yang harus dijaga bersama.
“THR adalah bagian dari identitas Surabaya. Di tempat inilah banyak kenangan dan perjalanan kesenian tumbuh. Karena itu, pengembangannya harus tetap berpijak pada kepentingan masyarakat dan pelaku budaya,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Mas Babun, yang berharap kebangkitan THR dapat memunculkan kembali gairah seni pertunjukan di Kota Pahlawan.
“Surabaya memiliki banyak musisi dan komunitas kreatif. Mereka hanya membutuhkan ruang untuk bertemu, berlatih, dan menunjukkan karya kepada publik,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemanfaatan Aset BPKAD Surabaya, Alvian Chasan Al Mubarroq, menegaskan bahwa pemerintah terbuka terhadap kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.
“Pemanfaatan aset daerah yang tepat akan memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat ekosistem kreatif di Surabaya. Semua tentu akan dikaji sesuai regulasi yang berlaku,” ujarnya.
FSP Parekraf berharap, kebangkitan kembali THR Hi-Tech Mall tidak hanya menghadirkan pusat aktivitas ekonomi kreatif, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan masyarakat Surabaya yang mampu menjaga sejarah, budaya, serta memberi ruang tumbuh bagi gerakan seni secara inklusif dan berkelanjutan.@peq