Rekayorek.id, Portal berita dan wadah berbagi kreativitas

Ruwatan Massal Penutup Bulan Suro Digelar di Festival Joko Dolog Surabaya 2026

REKAYOREK.ID — Tradisi ruwatan massal menjadi pembuka sekaligus bagian penting dalam rangkaian penutupan Bulan Suro pada gelaran Festival Joko Dolog Surabaya 2026 #3 yang berlangsung di kawasan Cagar Budaya Arca Joko Dolog, Jalan Taman Apsari, Kota Surabaya, Rabu (1/7/2026).

Kegiatan Rawatan massal yang dipimpin Kanjeng Ndoro Ayu Ragil S.Pd, selaku Ketua Paguyuban Semedi Mukti Wibowo (SMW) ini dihelat pukul 08.00 WIB tersebut diikuti masyarakat dari berbagai daerah sebagai bentuk ikhtiar spiritual dan pelestarian budaya Jawa dalam menyambut berakhirnya Bulan Suro, yang selama ini dipercaya sebagai momentum introspeksi, penyucian diri, serta memanjatkan doa keselamatan bagi keluarga dan lingkungan sekitar.

Prosesi ruwatan dipandu langsung Romo Anwar Zen beserta para sesepuh budaya dan tokoh spiritual. Sejumlah ritual adat, doa bersama, hingga simbol pembersihan diri menjadi bagian dari rangkaian acara yang sarat makna filosofis.

Dalam tradisi Jawa, ruwatan dimaknai sebagai upaya memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar terhindar dari mara bahaya, kesialan, maupun berbagai hal buruk yang dapat mengganggu kehidupan manusia. Selain itu, ruwatan juga menjadi simbol harapan akan datangnya kehidupan yang lebih baik, tenteram, dan penuh keberkahan.

Festival Joko Dolog sendiri telah menjadi agenda budaya tahunan yang mengangkat nilai-nilai kearifan lokal sekaligus memperkuat identitas budaya Kota Surabaya. Ruwatan massal dipilih sebagai salah satu agenda utama karena dianggap mewakili kesakralan rangkaian kegiatan berikutnya, mulai dari kirab budaya, sedekah bumi, doa lintas agama hingga pagelaran wayang kulit semalam suntuk.

Selain menjadi sarana spiritual, kegiatan ini juga menjadi ruang pertemuan berbagai elemen masyarakat, pegiat budaya, hingga generasi muda untuk bersama-sama menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Semangat kebersamaan dan gotong royong yang tercermin dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat terus memperkuat harmoni sosial di Kota Pahlawan.

Rangkaian Festival Joko Dolog Surabaya 2026 akan berlanjut pada Kamis (2/7/2026) dengan agenda semedi bersama, kirab budaya, sedekah bumi, doa lintas agama, hingga pagelaran wayang kulit dengan lakon “Wahyu Ponco Mulyo” yang menjadi penutup peringatan Bulan Suro tahun ini.@

Komentar
Loading...