Rekayorek.id, Portal berita dan wadah berbagi kreativitas

Kirab Budaya Hari Jadi ke-1276 Salatiga Semarak, Prajurit Karaton Surakarta Hadiningrat Warnai Perayaan

Sejak pagi, masyarakat tampak memenuhi tepi jalan yang menjadi lintasan kirab.

REKAYOREK.ID — Ribuan warga memadati sejumlah ruas jalan di Kota Salatiga, Jawa Tengah, Sabtu (25/7/2026) pagi. Mereka antusias menyaksikan Kirab Budaya dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-1276 Kota Salatiga.

Sejak pagi, masyarakat tampak memenuhi tepi jalan yang menjadi lintasan kirab. Di tengah teriknya matahari, warga tetap bertahan untuk menyaksikan puluhan kontingen menampilkan beragam kesenian, busana adat, hingga atraksi budaya.

Kirab Budaya tersebut menjadi salah satu agenda unggulan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-1276 Kota Salatiga. Puluhan kontingen dari berbagai unsur masyarakat dan instansi pemerintah ikut ambil bagian dalam perhelatan budaya tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Salatiga, Henni Mulyani, mengatakan Kirab Budaya menjadi salah satu agenda unggulan dalam peringatan Hari Jadi Salatiga tahun ini.

“Kirab budaya menjadi salah satu agenda unggulan Hari Jadi Salatiga tahun ini. Antusiasme peserta dan masyarakat sangat tinggi,” ujar Henni.

Menurutnya, peserta kirab berasal dari berbagai elemen, mulai dari organisasi perangkat daerah, sekolah, komunitas seni dan budaya, hingga organisasi kemasyarakatan.

Keterlibatan lintas elemen tersebut, lanjut Henni, menunjukkan tingginya semangat masyarakat dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal.

Suasana semakin semarak ketika berbagai kontingen melintas di hadapan warga. Ragam busana tradisional, pertunjukan seni, dan atraksi budaya menjadi tontonan yang menarik perhatian masyarakat.

Bagi warga, kehadiran Kirab Budaya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kemeriahan peringatan Hari Jadi Kota Salatiga.

“Perayaan hari jadi tambah meriah dengan adanya kirab,” kata Leni (21), salah seorang warga yang datang bersama keluarganya untuk menyaksikan acara tersebut.

Di antara kemeriahan kirab, perhatian juga tertuju pada kehadiran unsur budaya dari luar Salatiga. Prajurit Karaton Surakarta Hadiningrat turut terlihat dalam dokumentasi yang beredar dari rangkaian kegiatan tersebut.

Kehadiran prajurit keraton memberikan nuansa tersendiri. Tradisi keraton yang sarat dengan nilai sejarah dan simbol budaya seolah bertemu dengan keragaman ekspresi budaya masyarakat dalam satu panggung perayaan.

Momen kebersamaan itu juga diabadikan melalui unggahan media sosial dengan pesan yang menekankan pentingnya kebersamaan dan kedamaian.

“Salam indahnya kebersamaan bersama Prajurit Karaton Surakarta Hadiningrat di acara Kirab Budaya HUT Salatiga Sabtu pagi ini. Semoga semua makhluk berbahagia, Rahayu sagung dumadi,” demikian keterangan dalam unggahan tersebut.

Sementara itu, rangkaian Hari Jadi ke-1276 Kota Salatiga juga diwarnai kehadiran tokoh adat dan raja-raja dari berbagai wilayah Nusantara. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai kebudayaan, toleransi, dan keberagaman dalam momentum perayaan hari jadi kota.

Ketua DPRD Kota Salatiga, Dance Ishak Palit, Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, serta Wakil Wali Kota Nina Agustin turut hadir dalam rangkaian kegiatan yang mempertemukan unsur pemerintahan dan tokoh-tokoh adat tersebut.

Bagi Salatiga, perayaan Hari Jadi bukan semata agenda seremonial. Rangkaian kegiatan budaya menjadi ruang untuk mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang sekaligus menghidupkan kembali tradisi yang menjadi bagian dari identitas bangsa.

Kirab Budaya pun menjadi panggung yang memperlihatkan bagaimana kebudayaan dapat menjadi bahasa bersama. Berbagai komunitas, sekolah, organisasi, pemerintah, hingga unsur budaya keraton hadir dalam satu perhelatan yang disaksikan ribuan masyarakat.

Pesan “Rahayu Sagung Dumadi” yang menyertai dokumentasi kebersamaan bersama Prajurit Karaton Surakarta Hadiningrat pun terasa relevan dengan semangat perayaan tersebut: sebuah doa tentang keselamatan dan kebahagiaan bagi seluruh makhluk.

Kirab Budaya Hari Jadi ke-1276 Kota Salatiga akhirnya bukan hanya menjadi tontonan. Di balik arak-arakan dan kemeriahan yang memenuhi jalanan kota, terselip pesan tentang pentingnya merawat kebudayaan, memperkuat kebersamaan, serta menjaga keberagaman sebagai kekayaan bersama.@

Komentar
Loading...