Mr. Abie: Kampung Inggris Bukan Sekadar Tempat Belajar Bahasa
REKAYOREK.ID — Sementara itu, Mr. Abie, Owner Brilliant English Course yang dalam publikasi kegiatan disebut sebagai Ketua MATRA Jawa Timur, mengatakan sarasehan tersebut menjadi momentum untuk mempertemukan isu pendidikan, kebudayaan dan wawasan kebangsaan dalam satu ruang dialog.
Menurutnya, keberadaan Kampung Inggris Pare memiliki peluang besar untuk dikembangkan tidak hanya sebagai pusat pembelajaran bahasa asing, tetapi juga sebagai lingkungan pendidikan yang ikut membentuk karakter generasi muda.
“Kami ingin Kampung Inggris tidak hanya menjadi tempat untuk belajar bahasa, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun karakter, wawasan dan kecintaan terhadap Indonesia. Kemampuan global harus berjalan bersama dengan pemahaman terhadap budaya dan jati diri bangsa,” ujar Mr. Abie.
Ia menambahkan, generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Karena itu, pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga harus membekali peserta didik dengan kemampuan komunikasi, kreativitas, literasi digital serta pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan.

“Generasi muda harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan zaman. Tetapi, di tengah keterbukaan informasi dan kemajuan teknologi, mereka tetap harus memiliki pijakan budaya dan karakter sebagai bagian dari bangsa Indonesia,” tambahnya.
Mr. Abie juga mendorong adanya kolaborasi antara lembaga pendidikan, organisasi kebudayaan, pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan generasi masa kini.
Pendidikan dan Kebudayaan Harus Berjalan Bersama
Sarasehan Kebangsaan tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan dan kebudayaan memiliki hubungan yang tidak dapat dipisahkan. Penguasaan bahasa asing menjadi salah satu modal generasi muda untuk membuka akses terhadap pengetahuan global.

Di sisi lain, kebudayaan menjadi fondasi penting agar generasi muda tetap memiliki identitas dan karakter di tengah derasnya arus informasi serta perubahan teknologi.
Kampung Inggris Pare pun dinilai memiliki posisi strategis dalam konteks tersebut. Sebagai kawasan pendidikan nonformal yang dikenal luas, Kampung Inggris tidak hanya menjadi tempat bagi masyarakat untuk meningkatkan kemampuan bahasa asing, tetapi juga dapat menjadi ruang pertemuan berbagai gagasan dan latar belakang generasi muda dari berbagai daerah.
Sarasehan bersama Ahmad Dhani ini diharapkan dapat mendorong perhatian yang lebih besar terhadap penguatan pendidikan, literasi digital dan pelestarian kebudayaan secara beriringan.
Dengan demikian, generasi muda diharapkan mampu memiliki wawasan global dan daya saing internasional, namun tetap memiliki karakter, kecintaan terhadap budaya, serta kesadaran sebagai bagian dari bangsa Indonesia.@