Kepmenbud Nomor 135 Tahun 2026 Tegaskan Komitmen Negara terhadap Kepercayaan dan Kebudayaan
13 Juli Resmi Hari Kepercayaan Nasional
REKAYOREK.ID – Terbitnya Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 135 Tahun 2026 menjadi penegasan komitmen pemerintah dalam memperkuat penghormatan terhadap keberagaman budaya dan tradisi spiritual yang tumbuh di tengah masyarakat Indonesia. Melalui keputusan tersebut, pemerintah menetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sebagai momentum untuk mengingat perjalanan sejarah, nilai kebangsaan, serta penghormatan terhadap para penghayat kepercayaan.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai bahwa kebudayaan Indonesia dibangun dari keberagaman yang saling melengkapi. Menurutnya, pengakuan terhadap berbagai ekspresi budaya dan kepercayaan merupakan bagian dari amanat konstitusi sekaligus cerminan jati diri bangsa.
“Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa bukan sekadar sebuah penanda dalam kalender nasional. Ini adalah pengingat bahwa Indonesia tumbuh dari keberagaman yang harus dijaga dengan saling menghormati. Kebudayaan adalah perekat bangsa, dan setiap warisan nilai yang hidup di masyarakat merupakan bagian dari kekayaan nasional,” ujar Fadli Zon.
Ia menambahkan, penetapan hari peringatan tersebut diharapkan mampu memperluas ruang dialog, memperkuat semangat toleransi, serta mendorong generasi muda untuk mengenal dan menghargai keberagaman tradisi yang diwariskan para leluhur.
“Kemajuan bangsa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuannya merawat ingatan kolektif, menghormati perbedaan, dan menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” lanjutnya.
Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 135 Tahun 2026 diharapkan menjadi landasan bagi berbagai kegiatan edukasi, diskusi kebudayaan, hingga pelestarian nilai-nilai luhur yang berkembang di berbagai daerah di Indonesia. Momentum ini juga menjadi ajakan bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat persatuan melalui penghormatan terhadap kebudayaan dan keberagaman.
Dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, pemerintah berharap Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dapat menjadi pengingat bahwa keberagaman bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan yang menjadikan Indonesia tetap kokoh sebagai bangsa yang majemuk.@