Browsing Kategori: "Lentera"
Lentera
Catatan atau esai dari pemikiran seseorang mulai para akademisi, politisi, agamawan, kriminolog, pengamat, pakar, wartawan, budayawan, dan putera-puteri bangsa Indonesia.
Mengapa Facebook Sering Disebut Medsos Bapak Bapak?
Oleh: Amang Mawardi
SALAH satu alasan Facebook sering dijuluki medsos bapak-bapak karena demografi penggunanya sudah bergeser. Sejak sekitar tahun 2015, anak muda mulai pindah ke TikTok dan Instagram. Akibatnya, pengguna yang masih aktif…
Tonggak Penting Dua Bank
Oleh: Ahmadhie Thaha
ADA berita penting yang nasibnya seperti pengumuman rapat RT yang ditempel di tiang listrik: resmi, menentukan masa depan, tapi nyaris tak ditoleh. Bank Indonesia (BI) pada 11 Juni 2026 menyiarkan kerja samanya…
Tragedi Di Balik Barikade Bulaksumur
KERICUHAN yang berujung pada pengusiran para pejabat negara dari panggung diskusi publik bertajuk Kopdar Bareng Mas Dar di Kampus Universitas Gadjah Mada bukan sekadar letupan emosi sesaat di ruang akademis. Kehadiran figur penting sekelas…
Dari Pabrik yang Putus Menuju Api yang Tak Padam: Manifesto Spiritual-Politik 1 Suro untuk Rakyat…
TIDAK ada yang lebih sakral dalam kosmologi pergerakan selain momen ketika waktu seolah berhenti sejenak, memaksa manusia untuk melepaskan topeng-topeng kesibukannya, dan masuk ke dalam keheningan yang paling jujur. Malam 1 Suro, yang…
Muharram 1448 H dan Ujian Keadilan Ekonomi di Tengah Badai Global
REKAYOREK.ID - Fajar bulan Muharram 1448 Hijriah kini menyingsing di tengah suasana kebatinan umat yang dipenuhi oleh refleksi spiritual sekaligus kecemasan material yang nyata. Sebagai momentum yang secara historis melambangkan…
BBM, Ketegangan Fiskal, dan Tekanan Struktural pada Kelas Menengah serta UMKM
Oleh: Setiawan Purnomo
PENYESUAIAN harga BBM di Indonesia tidak dapat dipahami semata sebagai kebijakan energi, melainkan sebagai instrumen makroekonomi yang mempengaruhi struktur biaya nasional secara menyeluruh. Karena perannya yang…
Ayam Mati di Lumbung Listrik
Oleh: Ahmadhie Thaha
PUKUL lima pagi, dapur kecil milik Bu Siti sudah hidup. Bukan dengan kayu bakar seperti zaman neneknya dahulu. Bukan pula dengan kompor minyak tanah. Dapur itu berdetak oleh listrik.
Penanak rice cooker menyala…
Akankah Krisis Nilai Tukar 1997 Terulang?
Oleh: Anthony Budiawan
KURS rupiah tembus Rp18.000 per dolar AS pada akhir minggu lalu. Rp18.000. Banyak pihak mulai was-was. Tidak terbayang rupiah bisa menjadi Rp18.000 per dolar AS. Imajinasi liar bagi sebagian orang, sebagian besar…
Menjaga Ashabiyah
Oleh: Ahmadhie Thaha
DALAM catatan sebelumnya, kita berbicara tentang kurs dolar dan kepercayaan publik. Yang satu diukur oleh pasar, yang lain diukur oleh survei. Yang satu bergerak di layar monitor, yang lain hidup di kepala dan hati…
Paradoks Dolar Naik
Oleh: Ahmadhie Thaha
RUPIAH menembus Rp18.000 per dolar AS. Media asing ramai memberitakannya. Grup-grup WhatsApp pun mendadak berubah fungsi. Yang semula tempat berbagi foto cucu, resep herbal, dan undangan pengajian, mendadak menjelma…