Rekayorek.id, Portal berita dan wadah berbagi kreativitas

Reky Mangundap: Melodi Gitar yang Melintasi Batas Kota

REKAYOREK.ID Di tengah gemerlapnya dunia musik Surabaya, ada satu sosok yang namanya tak terpisahkan dari denting gitar yang memukau. Reky Mangundap (51) berdarah Manado yang kental, ia membawa semangat dan kehangatan tanah kelahirannya ke setiap nada yang ia mainkan dan menjadikannya salah satu musisi yang dihormati di kancah musik lokal maupun nasional.

Reky bukanlah pendatang baru di industri musik. Sebagai gitaris handal ia telah mengukir namanya melalui perjalanan panjang bersama saudara kembarnya Royke Mangundap yang mengawali karier bermusik pada tahun 1994. Dan berikutnya :

Pum Session Band (1995)
Jabin Band (1999 – 2002)  label Clarine Record
The Shadow (2002) – pendiri Reky, Elton, Royke
Kupu – Kupu Band (2006) label Harpa Record
d’Butterfly (2008) label Nagaswara Record
Arek Band (2010 -2012) label Musik Proakif Record
DuoRR (2013) label One Music Record Singapura

Di setiap panggung jari-jarinya menari lincah di atas senar menciptakan melodi yang tak hanya enak didengar, tapi juga mampu menyentuh hati penonton. Namun keahliannya tak hanya berhenti di panggung, ia juga seorang pencipta lagu yang berbakat. Pada tahun 2020 ia kembali merilis dua karya yang membuktikan kemampuannya dalam meramu musik yang indah, yaitu “Little Light” dan “Angel Whisper”. Lagu-lagu ini bukan sekadar karya, melainkan cerminan dari jiwa seninya yang mendalam.

Salah satu hal yang membuat sosok Reky semakin istimewa adalah ikatannya dengan saudara kembarnya, Royke Mangundap yang juga seorang musisi. Bersama-sama mereka menjadi bukti bahwa bakat musik bisa tumbuh subur dalam satu keluarga, saling menginspirasi dan melengkapi satu sama lain dalam perjalanan karier mereka.

Menginjak tahun 2023 Reky memutuskan untuk mencari peruntungan baru di Pulau Dewata Bali, dan hingga sekarang masih menetap di sana. Keputusan ini membuka babak baru yang menarik dalam kariernya. Pulau yang terkenal dengan keindahan alam dan kehidupan seni yang kaya ini menjadi tempat baginya untuk bernafas kembali dan mengembangkan kreatifitas.

“Di Bali tidak hanya sekadar tampil, tetapi juga meresapi nuansa lokal yang unik. Memadukan dengan gaya musik yang khas menciptakan harmoni yang segar dan memikat”, kata Reky.

Ia sering tampil di berbagai tempat ikonik di Bali, mulai dari kafe-kafe yang nyaman hingga event musik yang lebih besar.

Membangun koneksi dengan sesama musisi lokal maupun internasional, serta memperluas jangkauan karyanya.

Salah satu langkah penting dalam perjalanannya di Bali adalah bergabungnya ia dengan band bernama Hollywat’r, yang semakin memperkuat posisinya di kancah musik pulau tersebut. Melalui akun media sosialnya di YouTube ( Reky Mangundap ) dan Instagram ( reky_mm ), ia dengan antusias membagikan perjalanan ini mulai dari momen penampilan live yang energik bersama Hollywat’r dan rekan-rekan musisinya.

Proses penciptaan lagu yang terinspirasi oleh suasana Bali, hingga potret keindahan alam pulau yang menenangkan jiwa. Hal ini membuatnya semakin dekat dengan para penggemar, yang selalu menantikan setiap cerita dan karya baru darinya.

Reky Mangundap adalah sosok yang mewakili dedikasi, bakat, dan cinta terhadap musik. Ia bukan hanya seorang musisi yang bermain alat musik, tapi seorang seniman yang menghidupkan musik itu sendiri. Dengan setiap nada yang ia mainkan, ia terus meninggalkan jejak yang indah di hati para pecinta musik baik di Surabaya, Bali, maupun di seluruh Indonesia yang membuktikan bahwa musik adalah bahasa universal yang mampu menyatukan banyak orang.@muzz

Komentar
Loading...