Tragedi SMAN 72 Jadi Pengingat Dunia Pendidikan Bebas Dari Bullying
REKAYOREK.ID Tragedi ledakan di SMAN 72 Jakarta akan menjadi pengingat penting bagi dunia pendidikan agar di lingkungan sekolah tidak lagi terjadi praktik perundungan atau bullying.
“Ini adalah PR kita bagaimana dunia pendidikan harus menjauhkan diri dari praktik-praktik bullying,” kata Presiden PKS, Al Muzzammil Yusuf mengomentari insiden ledakan SMAN 72 yang diduga dilakukan oleh siswa korban perundungan pada awak media, Senin (10/11/2025).
Al Muzzammil menyebut, dampak dari tindakan perundungan terhadap korban seringkali tidak disadari.
“Kita enggak tahu, yang di-bully ternyata orang yang sedang susah di rumahnya, ada masalah dengan keluarganya,” tuturnya.
Lebih jauh, Al Muzzammil berharap pendidikan di Indonesia semakin berorientasi pada pembentukan karakter dan akhlak mulia sebagaimana Pasal 31 ayat 3 yang menyebutkan bahwa pemerintah wajib menyelenggarakan sistem pendidikan nasional untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Ledakan terjadi di dalam kompleks SMAN 72 di Kelapa Gading saat para siswa melaksanakan Salat Jumat pada Jumat, 7 November 2025. Terduga pelaku merupakan salah satu siswa di SMA tersebut yang kerap menjadi korban perundungan.@