Fadli Zon: Percepat Proses Repatriasi dan Perluasan Kolaborasi Budaya Indonesia-AS
REKAYOREK.ID Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., menerima Konsul Jenderal RI New York, Winanto Adi, guna membahas perkembangan proses repatriasi benda cagar budaya Indonesia dari Amerika Serikat, serta peluang penguatan kerja sama residensi dan ekonomi budaya dengan berbagai institusi di New York.
“Repatriasi merupakan prioritas Kementerian Kebudayaan dalam memulihkan kedaulatan budaya, setelah sebelumnya kita menerima pemulangan 6 arca dan 1 batu dari New York, serta tengah memproses 28.131 fosil Dubois Collection dari Belanda dan upaya serupa dengan beberapa negara seperti Inggris, Jerman, dan Belgia,” kata Fadli Zon, Jumat (14/11) di Jakarta.
KJRI New York melaporkan kerja sama yang baik dengan District Attorney of New York County (DANY), termasuk pengembalian tiga benda budaya yakni Tameng Perang Suku Asmat, Klebit Bok Suku Dayak, dan Tunggal Panaluan Suku Batak—yang berasal dari kasus penyelundupan.
“Saya juga meminta dukungan serta mendorong studi provenance terkait Arca Suracala yang saat ini berada di The Metropolitan Museum of Art (The Met). Selain itu, Customs and Border Protection (CBP) dan DANY juga telah mengidentifikasi dua arca perunggu Sriwijaya dan tiga artefaks lain yang telah diverifikasi oleh panel ahli berasal dari Indonesia dan sedang dipersiapkan untuk proses pemulangan berikutnya,’ lanjutnya.
Mekanisme pelacakan kepemilikan dan tindakan hukum oleh otoritas AS, termasuk satgas anti-trafficking artefak di NYC, juga membuka peluang kolaborasi yang lebih kuat dalam prlindungan warisan budaya.
Selain repatriasi, dalam petemuan itu turut serta membahas peluang kerja sama lainnya, seperti rencana pameran “Six Centuries of Indonesia” oleh Yale University, program digitalisasi wayang, serta residensi budaya dengan memanfaatkan ekosistem lebih dari 1.000 museum dan galeri di NYC. Di bidang ekonomi budaya, KJRI juga membuka peluang kolaborasi musik, film, dan desain, termasuk pertunjukan musisi Indonesia di berbagai venue diaspora.
“Saya mengapresiasi KJRI New York atas percepatan proses repatriasi dan perluasan jejaring kolaborasi budaya Indonesia di AS. Kementerian akan menindaklanjuti rencana residensi, memperkuat pencegahan perdagangan benda budaya ilegal, dan meningkatkan kehadiran Indonesia di pusat-pusat budaya dunia,” tutup Fadli Zon.