Ahmad Labib: Program Makan Bergizi Gratis Harus Tepat Sasaran, Ciptakan Lapangan Kerja Baru
Anggota Komisi VI DPR RI, Ahmad Labib, menekankan pentingnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan mendorong ekonomi lokal. Hal ini disampaikannya dalam sosialisasi program tersebut di Universitas Muhammadiyah Gresik.
Labib menjelaskan bahwa Program MBG merupakan langkah strategis pemerintah untuk memastikan pemenuhan gizi seimbang bagi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. Selain menekan angka stunting, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.
”Program MBG ini memiliki dimensi kesehatan yang sangat kuat. Presiden ingin agar manusia Indonesia sejak dalam kandungan sudah mendapatkan asupan gizi yang cukup. Kemudian setelah lahir hingga masa pertumbuhan dan remaja, negara hadir memastikan kebutuhan gizinya terpenuhi. Ini penting karena angka stunting dan kurang gizi di Indonesia masih cukup besar,” ujar Labib saat memaparkan materi sosialisasi.
Labib juga menyoroti potensi ekonomi yang besar dari program ini. Menurutnya, besarnya anggaran negara untuk MBG harus memberikan dampak kesejahteraan bagi masyarakat.
“Program ini menyedot anggaran negara yang cukup besar, sehingga harus memberikan efek kesejahteraan. MBG harus mampu menciptakan lapangan kerja baru. Satu SPPG bisa menyerap sekitar 50 tenaga kerja. Jika dikalikan dengan puluhan ribu unit, maka ini menjadi peluang besar dalam penciptaan lapangan kerja,” jelasnya.
Meskipun memiliki potensi yang besar, Labib juga mengingatkan pentingnya pengawasan dalam implementasi program.
“Dalam pelaksanaan tentu ada tantangan, termasuk potensi penyimpangan. Karena itu, pengawasan dan tata kelola yang baik menjadi kunci agar program ini benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tambahnya.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan pemahaman masyarakat terhadap program MBG semakin meningkat, sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam mendukung keberhasilan program menuju Indonesia Emas 2045.()