Rekayorek.id, Portal berita dan wadah berbagi kreativitas

Dairy Pagi — Perjalanan Setelah Kesempurnaan ( Memandang Keris Bimo Kurdo Luk 15 )

Kesadaran tidak sibuk mengejar menjadi sempurna. Ia hanya hadir sepenuhnya pada apa yang ada.

REKAYOREK.ID – Selama ini saya sering mendengar bahwa luk 13 adalah lambang kesempurnaan. Namun justru ketika melihat Bimo Kurdo dengan luk 15, saya bertanya dalam hati, mengapa para empu masih melanjutkan perjalanan setelah kesempurnaan?

Lalu muncul sebuah pemahaman yang menenangkan.

Barangkali kesempurnaan adalah ilusi yang diciptakan oleh pikiran. Pikiran selalu membandingkan, mengukur, lalu menciptakan tujuan baru yang seolah harus dicapai. Ketika satu puncak berhasil didaki, ia segera menunjuk gunung berikutnya.

Kesadaran tidak bekerja seperti itu.

Kesadaran tidak sibuk mengejar menjadi sempurna. Ia hanya hadir sepenuhnya pada apa yang ada. Ia menerima setiap keberhasilan tanpa menjadi sombong, menerima setiap kekurangan tanpa merasa rendah. Ia tidak melawan kenyataan, juga tidak melekat pada pencapaian.

Mungkin itulah makna tersembunyi dari Bimo Kurdo luk 15. Perjalanan tidak berakhir ketika seseorang merasa telah sampai. Justru pada saat itu, ia belajar melepaskan gagasan tentang “aku yang sempurna” dan mulai hidup sebagai dirinya yang apa adanya.

Pagi ini saya memahami bahwa kesempurnaan bukanlah keadaan tanpa kekurangan. Kesempurnaan adalah kesadaran yang mampu melihat kehidupan sebagaimana adanya, tanpa lagi diperbudak oleh penilaian pikiran.

Karena mungkin… bukan kita yang harus menjadi sempurna. Melainkan cara kita memandang kehidupan yang perlu menjadi lebih sadar.

“Kesempurnaan bukanlah ketika hidup menjadi tanpa cela, melainkan ketika kesadaran mampu memeluk kehidupan apa adanya.”

Oleh — Rivo Cahyono & Teman Seperjalanan

Komentar
Loading...