Harga Hunian Mahasiswa di Surabaya Sangat Mahal? Berikut Preferensi Harga Hunian Mahasiswa FST Universitas Airlangga
Oleh: Mahasiswa Program Studi: S1-Statistika Universitas Airlangga*
Pendidikan merupakan salah satu hal terpenting dalam aspek kehidupan. Banyak orang rela pindah jauh dan meninggalkan kampung halaman demi menuntut ilmu di kota besar. Fenomena ini sudah tidak asing lagi di Indonesia dan biasa dikenal dengan istilah, “Merantau.” Para pelajar dari berbagai penjuru daerah akan berlomba-lomba pergi ke kota besar demi bisa berkuliah di Universitas ternama dan mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Namun, di balik semangat menimba ilmu itu, selalu muncul pertanyaan klise dari orang tua: “Biaya hidup di kota besar mahal nggak, ya?”
Sebagai salah satu kota tujuan calon mahasiswa, Surabaya dipilih karena memiliki banyak perguruan tinggi favorit, salah satunya adalah Universitas Airlangga. Sebagai pendatang baru yang hidup di kota besar, tentu saja mahasiswa perantau memiliki tantangan. Salah satunya adalah memilih tempat tinggal yang sesuai dengan kebutuhan dan kantong mahasiswa. Jenis tempat tinggal seperti kos, kontrakan, apartemen, hingga asrama menjadi opsi yang dapat dipilih mahasiswa. Namun setiap mahasiswa pastinya memiliki pertimbangan masing-masing. Bagaimanakah hunian yang akan dipilih? Apakah huniannya dekat dengan kampus, murah, nyaman, aman, atau punya akses yang mudah dijangkau?
Sudah ada penelitian sebelumnya yang pernah membahas tentang bagaimana harga dan lokasi mempengaruhi preferensi mahasiswa dalam memilih hunian di kampus lain. Namun, di tengah stigma bahwa biaya hidup di Surabaya itu mahal, belum ada yang secara langsung menghitung berapa sebenarnya rata-rata harga hunian mahasiswa, terutama di Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga.
Penelitian mengenai hal ini dilakukan menggunakan metode stratified random sampling dengan membagi empat strata berdasarkan departemen yang ada di Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga, yaitu Departemen Biologi, Departemen Fisika, Departemen Kimia, dan Departemen Matematika. Survei dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dalam bentuk google form pada Mei 2025. Dari 73 responden yang ada didapatkan sebanyak 86% mahasiswa tinggal di kos, dan sisanya tinggal di kontrakan (6%), asrama (4%), serta apartemen (4%).
Setelah dilakukan analisis, diperoleh rata-rata harga sewa bulanan hunian mahasiswa FST UNAIR adalah Rp1.123.033 dengan batas estimasi berkisar antara Rp959.482 hingga Rp1.286.584. Namun tentu saja angka tersebut bisa berbeda-beda, tergantung tempat dan fasilitas yang ditawarkan. Lalu bagaimana dengan uang bulanan mahasiswa FST UNAIR secara keseluruhan, termasuk biaya makan, transportasi, dan kebutuhan lainnya?
Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata uang bulanan mahasiswa FST UNAIR adalah sebesar Rp2.900.457 dengan batas estimasi berkisar antara Rp2.607.411 hingga Rp3.193.503. Dari sini kita bisa melihat bahwa biaya sewa hunian mengambil porsi yang cukup besar dari total uang bulanan mahasiswa FST UNAIR. Sehingga tak heran apabila harga sewa bulanan menjadi salah satu pertimbangan utama dalam memilih hunian.
Di samping harga sewa, terdapat beberapa faktor lain yang menjadi pertimbangan mahasiswa dalam memilih hunian, antara lain kebersihan, kenyamanan, keamanan, jarak hunian menuju kampus, kemudahan akses transportasi umum, serta fasilitas yang ditawarkan seperti Wi-Fi, kamar mandi dalam, dapur, tempat parkir, dan lain sebagainya.
Selain mengestimasi rata-rata harga sewa hunian dan uang bulanan mahasiswa FST UNAIR, penelitian ini juga menganalisis keterkaitan antara harga sewa bulanan hunian mahasiswa dengan preferensi mahasiswa dalam memilih hunian berdasarkan pertimbangan harga sewa itu sendiri dan jarak hunian menuju kampus. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian mahasiswa memang mempertimbangkan biaya sewa sebagai salah satu faktor utama dalam memilih tempat tinggal. Menariknya, ternyata tidak semua mahasiswa menjadikan jarak sebagai faktor penentu dalam memilih tempat tinggal. Sebagai contoh, beberapa mahasiswa rela membayar lebih mahal untuk hunian yang lebih jauh dari kampus tetapi menawarkan fasilitas yang lebih lengkap dan kenyamanan yang lebih tinggi.
Preferensi mahasiswa dalam memilih hunian begitu kompleks dan tidak semata-mata ditentukan oleh harga sewanya saja. Penelitian ini dapat menjadi referensi bagi calon mahasiswa baru, orang tua, hingga pemilik hunian agar selalu bijak dan realistis dalam memilih tempat tinggal dengan menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan finansial. Lebih dari itu, hasil penelitian ini juga bisa dijadikan bahan pertimbangan oleh pihak kampus untuk menyediakan tempat tinggal berupa asrama yang mungkin bisa lebih ramah di kantong mahasiswa dengan tetap mengedepankan fasilitas dan kenyamanan tanpa mengesampingkan keamanan.
Tinggal di Surabaya bukan berarti harus hidup mewah. Bahkan di tengah keterbatasan finansial, dengan perencanaan keuangan yang bijak dan pemilihan hunian yang tepat, kota besar ini tetap dapat menjadi pilihan yang baik bagi para calon mahasiswa untuk mengejar pendidikan tinggi tanpa harus mengorbankan kenyamanan.
*) Tim Penulis: Afifah Fauziah Nur Laili, Queen Jasmine Retno Ramadhan Putri, Audi Amaris, dan Bintang Auladina Rahmi.