Rekayorek.id, Portal berita dan wadah berbagi kreativitas

Minggu Yang Ceria #2

Albert Fish: Pemakan Daging Manusia Yang Membunuh 100 Bocah

Hari Sabtu, Keluarga Budd kecewa. Howard yang janji mau datang, tidak muncul.

Mereka hanya mendapatkan surat dari Howard yang mengatakan bahwa dia batal datang hari ini. Dia janji akan datang esok hari.

Minggu paginya, sekitar jam sebelas, Howard datang. Kali ini, dia membawa bingkisan berisi strawberry dan panci berisi krim keju segar.

Katanya, semua itu dia ambil langsung dari peternakannya. Delia, ibunya Budd, mengajak Pak Tua Howard ikut makan siang. Untuk pertama kalinya, Albert Budd Sr, ayah Budd, bertemu langsung dengan orang yang memberi pekerjaan pada anaknya.

Obrolan terjalin dengan hangat. Semuanya terlihat senang. Pria Tua itu terlihat sopan. Dia menggambarkan bagaimana dia mempunyai 20 jalan menuju tanah peternakannya. Pekerjaanya bersahabat dan sederhana.

* * *

Albert Budd Sr, ayah Edward Budd adalah seorang buruh di Equitqble Company. Sebuah perusahaan yang mempunyai peraturan sangat keras.

Sebenarnya, Budd Sr tidak terlalu terkesan dengan penampilan Howard. Namun Pak Tua itu terlihat begitu terhormat dan ramah.

Saat mereka sedang makan siang, pintu terbuka. Seorang gadis cantik yang baru berumur sepuluh tahun masuk.

Dia adalah Gracie, adik perempuan Edward Budd. Gadis itu terlihat bersenandung. Matanya coklat dan besar. Rambutnya juga. Kontras dengan kulitnya yang putih bersih dan bibirnya yang merah muda.

Gracie baru saja pulang dari gereja. Dia masih memakai gaun Minggunya, terusan sutra putih, stoking sutra putih dan tali kalung dengan mutiara warna krem.

Itu membuatnya terlihat lebih tua dari umurnya yang baru 10 tahun.

Frank Howard, seperti juga pria kebanyakan, berseri-seri. Dia tak mampu untuk mengalihkan pandangan dari gadis cantik ini.

“Coba kita lihat seberapa pandai kau menghitung,” kata Pak Tua Howard sambil menggenggam recehan di kantongnya untuk dihitung.

Keluarga Budd yang miskin menganga melihat uang yang dibawa pria itu ke rumahnya.

“92 dolar 50 sen,” jawab Gracie dengan cepat.

“Gadis yang pintar,” puji Howard.

Kemudian, dia memberi Gracie 50 sen untuk membeli permen untuk dia dan adiknya, Beatrice.

Setelah beberapa saat sebelum dia pergi, dia mengajak Gracie untuk pergi bersamanya untuk menghadiri ulang tahun kemenakan perempuannya. Dia janji akan menjaganya dan memastikan Gracie akan pulang sebelum jam 9 malam.

Saat Delia menanyakan dimana saudarinya tinggal dia menjawab bahwa sudarinya tinggal di apartemen di Colombus dan 137th Street.

Delia tidak yakin akan membiarkan Gracie pergi, anmun Albert Sr mengijinkannya karena dia pikir itu baik buat Gracie. “ Biarkan gadis miskin ini pergi, dia jarang bersenang-senang.”

Lalu Delia membantu Gracie memakai jaket yang bagus dan topi abu-abunya yang dihiasi pita. Dia mengikuti Gracie dan Howard hingga keluar dan melihat mereka hingga hilang dari pandangan.

Saat malam tiba belum juga ada tanda-tanda kembalilnya Gracie dan Howard. Sebuah malam yang mengerikan tanpa ada pesan dari putri cantik mereka. Esok paginya Edward pergi melapor tentang adik kecilnya yang hilang ke kantor polisi. (bersambung)

Komentar
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari penggunaan kata yang mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA.
Loading...