Rekayorek.id, Portal berita dan wadah berbagi kreativitas

Albert Fish: Surat Dari Iblis #6

Sepuluh hari setelah Detektif King menebar umpan, Delia Budd, ibunya Gracie menerima sepucuk surat. Beruntung, wanita itu buta huruf.

REKAYOREK.ID – Dengan begitu, Delia tak mengetahui isi surat itu. Akhirnya, surat itu dibaca oleh Edward, anak lelakinya.

Tapi, begitu selesai membaca, Edward langsung pergi dari rumah. Dia segera berlari keluar untuk menemui Detective King. Isi surat itu sangat ganjil dan biadab. Begini bunyinya:

Sebuah Surat Dari Iblis

Yang tercinta nyonya Budd.

Di tahun 1894. seorang teman saya, seorang kapten kapal Steamer Tacoma, namanya Kapten John Davis. Dia biasa berlayar dari San Fransisco ke Hongkong.
Dia datang bersama dua orang temannya mendarat dan minum-minum. Saat mereka kembali, kapalnya telah hilang.

Saat itu juga terjadi kelaparan di China. Daging dari berbagai macam mahluk, berharga antara 1 hingga 3 dolar setiap ons.

Begitu indahnya saat menderita diantara kaum miskin. Apalagi, mereka menjual anak-anaknya yang berusia di bawah 12 tahun untuk bisa membeli makan agar selamat dari ancaman kelaparan.

Anak lelaki atau perempuan di bawah 14 tahun, tidak akan aman lag di jalanan. Kau dapat pergi ke toko mana saja dan memesan steak, daging iris atau daging rebus.

Bagian dari tubuh yang telanjang dari anak lelaki atau perempuan akan terjual habis. Begitu juga bagian yang kau inginkan untuk dipotong.

Bagian tubuh anak lelaki atau perempuan yang paling manis, akan dijual seperti irisan daging anak sapi yang dijual dengan harga tinggi.

John dengan tenangnya, begitu menginginkan lezatnya daging manusia. Saat dia kembali ke New York, dia menculik dua orang anak lelaki. Yang satu berumur 7 tahun, yang satunya lagi berumur 11 tahun.
Kemudian, John membawanya pulang. Menelanjangi mereka. Mengikat dan menaruh tubuhnya di lemari. John kemudian membakar apa saja yang dia temui.

Beberapa kali dalam setiap siang dan malam, dia menampar mereka, menyiksa mereka. Lalu, John menjadikan anak-anak itu sebagai daging yang empuk dan lembut.

Hari Minggu tanggal 3 Juni 1928. Kau ingat. Aku mampir ke rumahmu di 406 W-15, Street. Aku membawakanmu panci penuh dengan keju dan strawberry.

Kita makan siang bersama. Gracies duduk di pangkuanku dan menciumiku. Kau tahu, aku jadi ingin memakannya.

Aku berpura-pura mengajaknya ke pesta. Kau mengatakan bahwa dia boleh pergi bersamaku. Aku membawanya ke sebuah rumah kosong di Westchester, tempat yang telah aku siapkan.

Sesampainya di sana, aku menyuruh Gracie untuk menuggu di luar. Dia memetik bunga liar. Aku pergi ke lantai atas dan menanggalkan semua pakaianku.

Karena aku tahu, jika aku tetap mamakainya, nanti pakaianku akan ternoda oleh darahnya.

Saat semuanya telah siap, lalu aku turun dan melongok dari jendela untuk memanggilnya. Kemudian aku bersembunyi di lemari menunggu hingga dia masuk ke ruangan.

Saat dia melihatku telanjang, dia pun mulai menangis dan berusaha untuk berlari menuruni tangga. Aku meraihnya dan dia berteriak. Katanya, dia akan mengadukan itu ke ibunya.

Pertama kali aku menelanjanginya. Dia menendangiku, menggigit dan mencakar. Aku cekik dia sampai mati. Lalu, aku memotong tubuhnya menjadi bagian kecil-kecil sehingga aku bisa membawa daging-daging itu ke ruanganku.

Aku memasak daging itu dan memakannya. Bokong kecilnya begitu lembut dan manis setelah aku memanggangnya di oven.

Aku menghabiskan semua bagian tubuh hingga sembilan hari. Aku tidak menyetubuhinya meskipun sebenanya aku menginginkannya. Dia mati sebagai perawan. (bersambung)

Komentar
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari penggunaan kata yang mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA.
Loading...