Rekayorek.id, Portal berita dan wadah berbagi kreativitas
Browsing Tag: "bahu laweyan"

bahu laweyan

Bahu Laweyan #50

Oleh: Jendra Wiswara Sebulan berlalu. Penanggalan bulan pun habis. Hari tidak tahu. Tanggal tidak tahu. Nunuk merasa lupa segalanya. Segala yang menarik perhatiannya telah lebur. Nunuk masih berada di rumah Fatimah. Tak beranjak sedikit…

Bahu Laweyan #49

Oleh: Jendra Wiswara Begitulah keadaan dua perempuan hebat yang dinikahi Sahid. Dua perempuan dengan keadaan berbeda. Yang pertama sudah terbiasa dengan keadaan, yang kedua menunggu keadaan tanpa kepastian. Memang beruntung jadi yang…

Bahu Laweyan #48

Oleh: Jendra Wiswara Nunuk penasaran dengan jawaban Fatimah. Dia bilang sudah menunggu dirinya selama setahun. Sementara dia dan Sahid baru menikah beberapa bulan lalu. Diam-diam Nunuk memperhatikan Iksan, dan pastinya laki-laki itu juga…

Bahu Laweyan #47

Oleh: Jendra Wiswara Nunuk tak mengubah arah pandangannya. Dia terus memandangi ketiga buah hatinya. Aisyah, Fatimah, dan Muhammad. Ini waktunya berpisah. Padahal pertemuan mereka baru terjadi tiga bulan lalu. Dan sekarang, mereka hendak…

Bahu Laweyan #46

Oleh: Jendra wiswara Wajah Nunuk nampak kemerahan. Matanya memandangi Iksan dengan berbinar-binar. Mendengar nama Ka’bah disebut, perempuan bahu laweyan itu dihinggapi banyak pertanyaan. Awalnya dia ingin pamit tapi urung. “Apa maksud…

Bahu Laweyan #45

Oleh: Jendra Wiswara Malam itu sangat indah suasananya. Langit cerah. Terlihat jutaan bintang berkumpul. Bulan berpendar. Udara sejuk. Angin berhembus sepoi-sepoi. Di sekeliling pondok pesantren yang terdengar suara anak-anak mengaji.…

Bahu Laweyan #44

Oleh: Jendra Wiswara  Tak terasa sudah seminggu Nunuk menetap di pondok pesantren. Selama itu pula dia dipertontonkan rutinitas anak-anaknya yang sangat luar biasa. Sesungguhnya Allah memberi anak-anak Nunuk warid, agar kepadaNya…

Bahu Laweyan #43

Oleh: Jendra Wiswara Sejam berlalu. Rupa-rupanya bapaknya Nunuk sudah bosan dengan pemandangan pedesaan. Dia meninggalkan warung kopi. Kembali ke pondok. Melihat anaknya dan bapak dari cucu-cucunya masih di balai-balai bambu, sang bapak…

Bahu Laweyan #42

Oleh: Jendra Wiswara Matahari mulai tenggelam. Udara pedesaan terasa segar. Badan mulai bebas digerakkan. Sudah waktunya untuk sholat Magrib berjamaah. Iksan mengajak Nunuk pergi ke masjid. “Hari ini jadwalku mengimami. Nanti obrolan kita…

Bahu Laweyan #41

Oleh: Jendra Wiswara Kerinduan antara ibu dan anak masih belum berkesudahan. Iksan tahu, masih banyak setumpuk cerita yang hendak disampaikan anak-anaknya pada ibunya. Demikian pula sebaliknya, Nunuk pasti sangat ingin menanyakan banyak…