Rekayorek.id, Portal berita dan wadah berbagi kreativitas
Browsing Tag: "bahu laweyan"

bahu laweyan

Bahu Laweyan #59

Oleh: Jendra Wiswara Nunuk belum bisa menutup matanya sejak terbangun dari mimpi. Nampaknya dia banyak pertimbangan. Duduk bersila di depan sajadah, jari jemarinya begitu fasih bergerak seakan sedang berhitung. Mulutnya komat kamit.…

Bahu Laweyan #58

Oleh: Jendra Wiswara Nunuk tiba-tiba berada di tengah hutan. Suasananya begitu sunyi. Hening. Tidak mencekam. Tiada terdengar suara binatang. Nunuk teringat pertemuannya pertama kali dengan Sahid. Saat sang suami tiba di gubuknya di…

Bahu Laweyan #57

Oleh: Jendra Wiswara Dewi bersiap pergi ke penginapan yang dibayangkannya. Ada kasur empuk. Air mandi hangat. Dan makan malam enak. Sayangnya semua itu terhalang oleh keadaan Nunuk. Sebab ada hal-hal yang tak bisa dilakukan oleh Nunuk dan…

Bahu Laweyan #56

Oleh: Jendra Wiswara Dunia rupanya tak sempit. Bahkan tak selebar daun kelor. Ke mana Nunuk melangkah, sosok Sahid selalu membayangi. Wali Allah itu seperti ada di mana-mana. Hati Nunuk terbebani. Memang semua jalan telah terbuka. Biar…

Bahu Laweyan #55

Oleh: Jendra Wiswara   Tak pernah termimpikan dan terpikirkan oleh Nunuk, dia bakal mengalami sebuah peristiwa dahsyat seperti itu. Lebih-lebih peristiwa itu dialaminya sendiri. Duduk sendiri di depan sebuah rumah tak…

Bahu Laweyan #54

Oleh: Jendra Wiswara Nunuk sudah terjaga sejak pukul dua dinihari. Seperti biasa dia tak pernah lepas menjalankan rutinitas sholat malam sembari menunggu datangnya waktu Subuh. Hingga akhirnya adzan Subuh berkumandang. Selepas sholat…

Bahu Laweyan #53

Oleh: Jendra Wiswara Nunuk bersedia masuk kelas. Meski dia sendiri tidak tahu apa yang akan disampaikan pada para santriwati. Seumur-umur, tak pernah sekalipun Nunuk menjadi guru, terlebih mengajar soal agama. Dia tidak paham kitab.…

Bahu Laweyan #52

Oleh: Jendra Wiswara Malam semakin larut. Hawa di Gunung Muria sangat dingin. Sepanjang malam itu Nunuk tak bisa tidur. Sementara para pedagang sudah pulang ke rumah masing-masing. Pun peziarah sudah meninggalkan lokasi makam. Pulang.…

Bahu Laweyan #51

Oleh: Jendra wiswara Hari di mana Nunuk memutuskan perkara penting dalam hidupnya disambut hujan deras. Selama seharian hujan turun dengan lebatnya. Bersamaan derasnya air yang turun dari langit dan membasahi atap, menangislah Nunuk…

Bahu Laweyan #50

Oleh: Jendra Wiswara Sebulan berlalu. Penanggalan bulan pun habis. Hari tidak tahu. Tanggal tidak tahu. Nunuk merasa lupa segalanya. Segala yang menarik perhatiannya telah lebur. Nunuk masih berada di rumah Fatimah. Tak beranjak sedikit…