Rekayorek.id, Portal berita dan wadah berbagi kreativitas
Browsing Tag: "novel"

novel

Titik Nadhir #50

Oleh: Jendra Wiswara Dari Nganjuk perjalanan berikutnya lebih mudah. Aku tak perlu bingung menentukan tujuanku karena kali ini rute sangat jelas: Kayla. Pun sebelum berangkat aku dibekali Simbah bermacam-macam panganan berikut bubuk jamu…

Titik Nadhir #49

Oleh: Jendra Wiswara Malamnya aku tak bisa tidur nyenyak. Seperti yang kuduga sebelumnya bila badan ini diforsir terus-menerus, akan kalah. Benar saja, seluruh badanku seperti terkena sengatan listrik, panas. Saat kutempelkan tangan…

Bahu Laweyan #63

Oleh: Jendra Wiswara Suasana seketika sepi. Senyap. Nunuk masih menghadapi perasaaan maha dahsyat, di tengah kesendirian pada malam yang maha sunyi. Dia masih merasakan tubuhnya gemetar. Hawa tubuhnya dirasakannya hangat. Lalu tercium…

Titik Nadhir #47

Oleh: Jendra Wiswara Kuperhatikan dengan seksama, kondisi motorku sangat memprihatinkan. Sudah beberapa bulan ini dia tidak dimandikan. Bentuknya buruk rupa. Roda depan dan belakang penuh kotoran. Beruntung sebelum perjalanan ini…

Titik Nadhir #46

Oleh: Jendra Wiswara   Rumah Afif tidak begitu besar, juga tidak kecil. Ketika memasuki rumahnya tampak tempelan cap-capan super hero di lemari dan meja belajar. Pasti yang menempelkan seorang anak kecil berusia 10 tahun. Di depan pintu…

Bahu Laweyan #62

Oleh: Jendra Wiswara Empat hari telah lewat. Nunuk terpaksa menunda perjalanannya. Selama belum berhasil mengusir Gendro Swara Pati, dia takkan beranjak dari rumah itu. Suasana semakin menggelisahkan. Terutama yang dirasakan penghuni…

Titik Nadhir #45

Oleh: Jendra Wiswara Hari itu sebenarnya aku ingin menginap di Masjid Demak, karena parkir motor hanya sampai pukul sembilan malam, maka rencanaku menginap ke masjid Demak kubatalkan. Atas usul seorang yang kutemui di Masjid Demak,…

Bahu Laweyan #61

Oleh: Jendra Wiswara Nunuk pelan-pelan menyeruput minumannya. Air teh itu memasuki kerongkongannya. Hilanglah rasa hausnya. Nunuk mengalihkan pandangannya dari luar ke penghuni rumah. Sesekali dia menengok sekilas. Memastikan kondisi di…

Titik Nadhir #44

Oleh: Jendra Wiswara Perjalananku masih sama seperti kemarin-kemarin. Aku dapat makan berkat beberapa jiwa-jiwa dermawan yang merasa kasihan melihat kemiskinanku. Meski demikian aku tidak pernah makan banyak, secukupnya agar tidak…

Titik Nadhir #43

Oleh: Jendra Wiswara Setelah perut terisi pecel Semanggi, perjalanan kulanjutkan. Cuaca di atas awan belum menunjukkan tanda-tanda hujan akan berhenti. Bahkan semakin lama kian menghitam. Kumpulan awan-awan hitam siap menyapu daratan…