Browsing Kategori: "Sastra"
Sastra
Segala tulisan berkaitan dengan kesusastraan atau seni. Mulai novel, cerpen, cerbung, drama, hingga puisi.
Titik Nadhir #25
Oleh: Noviyanto Aji
Paginya pukul tujuh, sewaktu jalanan dipadati orang-orang berangkat ke kantor, kukebut motorku sekencang-kencangnya. Meninggalkan semua kenangan di Denpasar. Angin berhembus mengiringi mesin motor dan debu jalanan.…
Bahu Laweyan #54
Oleh: Noviyanto Aji
Nunuk sudah terjaga sejak pukul dua dinihari. Seperti biasa dia tak pernah lepas menjalankan rutinitas sholat malam sembari menunggu datangnya waktu Subuh. Hingga akhirnya adzan Subuh berkumandang.
Selepas sholat…
Titik Nadhir #24
Oleh: Noviyanto Aji
Mentari menyeruduk memasuki pori-pori kulit kepalaku, aku telah menginjak Denpasar. Reza duduk di galeri memandangi lukisan terbarunya. Bibirnya komat-kamit. Ucapannya tak jelas, mungkin juga mengkhayal. Kau,…
Bahu Laweyan #53
Oleh: Noviyanto Aji
Nunuk bersedia masuk kelas. Meski dia sendiri tidak tahu apa yang akan disampaikan pada para santriwati. Seumur-umur, tak pernah sekalipun Nunuk menjadi guru, terlebih mengajar soal agama. Dia tidak paham kitab.…
Titik Nadhir #23
Oleh: Noviyanto Aji
Puluhan orang berbadan kekar dan bertelanjang dada berkumpul di depan tenda. Mereka membawa tombak yang tergenggam di tangan kanan. Mata runcingnya menghadap ke angkasa. Sebuah pedang berukuran satu meter panjangnya…
Bahu Laweyan #52
Oleh: Noviyanto Aji
Malam semakin larut. Hawa di Gunung Muria sangat dingin. Sepanjang malam itu Nunuk tak bisa tidur. Sementara para pedagang sudah pulang ke rumah masing-masing. Pun peziarah sudah meninggalkan lokasi makam. Pulang.…
Titik Nadhir #22
Oleh: Noviyanto Aji
Memasuki musim kemarau, udara dingin mulai merambati sekujur tubuh. Tak seorang pun menyertaiku, hanya beban ransel yang terpikul di pundak. Aku melangkahkan kaki menuju terminal Ubung Denpasar.
Beberapa langkah…
Bahu Laweyan #51
Oleh: Noviyanto Aji
Hari di mana Nunuk memutuskan perkara penting dalam hidupnya disambut hujan deras. Selama seharian hujan turun dengan lebatnya. Bersamaan derasnya air yang turun dari langit dan membasahi atap, menangislah Nunuk dalam…
Titik Nadhir #21
Oleh: Noviyanto Aji
Sepulang dari Kuta, esoknya kami memutuskan sebuah perkara paling dramatis. Yoga pulang.
Sementara, kami telah sampai di ujung salah satu tahap yang sangat penting dalam perjalanan kami: Uang menipis. Uang kami…
Bahu Laweyan #50
Oleh: Noviyanto Aji
Sebulan berlalu. Penanggalan bulan pun habis. Hari tidak tahu. Tanggal tidak tahu. Nunuk merasa lupa segalanya. Segala yang menarik perhatiannya telah lebur. Nunuk masih berada di rumah Fatimah. Tak beranjak sedikit…